23 Tragedi Bencana Tsunami di Indonesia Sejak 1961 – 2010

tsunami menurut HokusaiSebagai negera yang duduk di atas 3 pertemuan lempeng bumi, bencana alam tsunami kerap kali terjadi di Indonesia. Sejak tahun 1961 sampai dengan sekarang, tercatat sudah terjadi 23 tsunami di Indonesia. Banyaknya bencana di Indonesia, sudah seharusnya menjadikan kita bangsa yang tangguh dalam menghadapi bencana.

Berikut ini ke 23 bencana alam tsunami yang terjadi di Indonesia:

  1. Tsunami Flores Tahun 1961

Tsunami Flores yang terjadi pada tahun 1961 diakibatkan oleh gempa bumi di episenter 8,2 LS, 122 BT. Tidak ada catatan berapa skala gempa yang menjadi penyebab tsunami tersebut, ketinggian tsunami dan jumlah korban.

sumber tsunami indonesia

Enam Zona potensi sumber tsunami di Indonesia (Puspito, N.T, 2008)

  1. Tsunami Sumatra Tahun 1964

Tsunami ini terjadi akibat gempa bumi pada episenter 5,8 LU, 95,6 BT dengan jumlah korban meninggal 110 dan luka-luka 479.

  1. Tsunami Seram – Maluku Tahun 1965

Tsunami ini terjadi akibat gempa bumi pada episenter 2,4 LS, 126 BT dengan skala magnitudo gempa bumi 7,5 Sr, tinggi tsunami 4 meter, korban meninggal 71 orang.

  1. Tsunami Tinabung – Sulawesi Tahun 1967

Terjadi akibat gempa bumi dengan episenter 3,7 LS, 119,3 BT, magnitudo gempa bumi 5,8 korban jiwa 58 orang.

  1. Tsunami Tambu – Sulawesi Tahun 1968

Tsunami Tambu ini akibat gemp bumi dengan skala magnitudo 7,4 dengan episenter 0,7 LU, 119,7 BT. Gempa tersebut memicu tsunami dengan ketinggian 10 meter dan memakan korban 200 orang.

  1. Tsunami Majene – Sulawesi Tahun 1969

Tsunami ini dipicu akibat gempa dengan skala 6,9 Sr pada episenter 3,1 LS, 118,8 BT dengan ketinggian tsunami 10 meter dan membunuh 64 orang.

  1. Tsunami Sumba Tahun 1977

Dipicu oleh gempa bumi dengan skala magnitudo 8 di episenter 11,1 LS, 118,5 BT. Gempa tersebut memicu tsunami setinggi 15 meter dan menyebabkan 189 orang meninggal.

  1. Tsunami NTT, Folres, Pulau Atauro Tahun 1977

Tsunami NTT ini dipicu oleh gempa bumi pada episenter 8 LS, 125,3 BT. Tidak ditemukan catatan berapa skala magnitudo gempa bumi yang memicu tsunami ini, ketinggian tsunami dan jumlah korban.

  1. Tsunami NTB, Bali, Lombok, Sumbawa Tahun 1979

Tsunami ini terjadi akibat gempa bumi yang terjadi di 8,4 LS, 115,9 BT namun tidak ada informasi berapa skala gempanya serta berapa meter ketinggian yang terjadi. Namun demikian, tsunami Flores ini telah menyebabkan 27 orang meninggal dunia dan 200 orang luka-luka.

  1. Tsunami Larantuka Tahun 1982

Tsunami terjadi akibat gempa bumi pada episenter 8,4 LS, 123 BT dengan skala magnitudo gempa 5,9. Tsunami Larantuka ini telah menyebabkan 13 orang meninggal dunia namun tidak diketahui berapa ketinggian tsunami yang terjadi.

  1. Tsunami NTT, Flores Timur, Pulau Pantar Tahun 1987

Tsunami NTT tahun 1987 dipicu oleh gempa bumi pada episenter 8,4 LS dan124,3 BT. Skala gempa dan ketinggian tidak diketahui namun tsunami NTT ini telah menyebabkan 83 orang meninggal dan 108 orang luka-luka.

  1. Tsunami NTT, pulau Alor Tahun 1989

Tsunami NTT tahun 1989 ini terjadi akibat  gempa pada episenter. Bencana alam tsunami ini menyebabkan 7 orang meninggal dunia. Penulis tidak menemukan referensi yang menunjukkan berapa skala magnitudo gempa dan ketinggian tsunami yang menimpa pulau Alor tahun 1989 ini.

  1. Tsunami Flores Tahun 1992

Tsunami Flores ini merupakan tragedi tertragis sebelum tsunami aceh 2004. Tsunami ini dipicu oleh gempa bumi yang berpusat di 8,5 LS, 121,9 BT dengan skala magnitudo gempa 7,5. Ketinggian tsunami tercatat setinggi 26 meter dan membunuh 2100 orang di Flores.

  1. Tsunami Banyuwangi, Jawa Timur Tahun 1994

Tsunami Banyuwangi tahun 1994 terjadi akibat gempa bumi dengan skala 6,8 pada episenter 10,7 LS, 113,1 BT. Tsunami yang timbul akibat gempa bumi ini setinggi 14 meter dan membunuh sebanyak 208 orang.

  1. Tsunami Palu, Sulawesi Tengah Tahun 1996

Tsunami palu ini dipicu oleh gempa dengan skala 7,7 dan menimbulkan tsunami setinggi 6 meter serta membunuh 68 orang.

  1. Tsunami Biak, Papua Tahun 1996

Tsunami Biak 1996 terjadi karena gempa bumi dengan skala 8 pada episenter 0,5 LS, 136 BT. Tsunami Biak diperkirakan setinggi 12 meter dan menyebabkan 160 orang meninggal dunia.

  1. Tsunami Taliabu, Maluku Tahun 1998

Tsunami Taliabu tahun 1998 diperkirakan setinggi 3 meter dan membunuh 34 orang. Tsunami Taliabu disebabkan oleh gempa bumi dengan skala 7,7 pada episenter 2 LS, 124,8 BT.

  1. Tsunami Banggai, Sulawesi Tengah Tahun 2000

Tidak ada informasi berapa skala gempa serta ketinggian tsunami Banggai tahun 2000. Namun tsunami Banggai tersebut telah menyebabkan 4 orang meninggal dan tsunami tersebut akibat gempa di episenter 1,1 LS dan 123,5 BT.

  1. Tsunami Aceh Tahun 2004

Merupakan tsunami terdahsyat di abad ke-21 yang telah menyebabkan lebih kurang 250.000 orang meninggal dunia. Tsunami Aceh tersebut disebabkan oleh gempa bumi dengan skala 9,2 Mw dan memicu tsunami setinggi 34,5 meter di beberapa pantai di Aceh. Episenter gempa yang memicu Tsunami Aceh berada pada episenter 3,3 LU dan 95,8 BT.

  1. Tsunami Nias Tahun 2005

Tsunami nias dipicu oleh gempa dengan skala 8 pada episenter 2 LU, 97,8 BT. Tsunami yang timbul akibat gempa ini setinggi 3,5 meter dan tidak tercatat adanya korban jiwa.

  1. Tsunami Pangandaran Tahun 2006

Tsunami Pangandaran tahun 2006 dipicu oleh gempa bumi dengan skala 7,7 pada episenter 3,3 LS dan 107,9 BT. Tsunami Pangandaran setinggi 8,25 meter ini menyebabkan 668 orang meninggal dunia.

  1. Tsunami Bengkulu Tahun 2007

Tsunami Bengkulu tahun 2007 setinggi 3,8 meter disebabkan oleh gempa dengan skala 8,4 pada episenter gempa 3,7 LS dan 101 BT. Tsunami Bengkulu ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

  1. Tsunami Mentawai Tahun 2010

Tsunami Mentawai tahun 2010 terjadi akibat gempa bumi dengan skala 7,2 pada episenter 3,6 LS dan 99,93 BT. Tsunami Mentawai tahun 2010 menyebabkan 413 orang meninggal dan 448 lainnya mengalami luka-luka. Tinggi tsunami Mentawai tahun 2010 diperkirakan sekitar 7 meter.

Setelah melihat ke 23 Bencana Alam Tsunami di Indonesia sejak tahun 1961 sampai dengan 2010, makin menyadarkan kita bahwa negara kita sangat rentan terhadap bencana alam tsunami. Kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi tsunami berikutnya.

Sumber Bacaan:

Anonim, Seri Pengetahuan Kelautan “Tsunami”, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.