9 Tanda Kawasan Rawan Longsor

kawasan rawan longsorMusim penghujan biasanya dimulai pada bulan September sampai dengan Maret. Pada bulan-bulan tersebut sering sekali terjadi bencana hidrogeologi yang disebabkan oleh tingginya curah hujan seperti tanah longsor, banjir bandang (debris flow), dan banjir karena buruknya sistem drainase. Ketiga bencana alam tersebut hampir bisa dipastikan akan menunjukkan peningkatan aktifitasnya selama musim penghujan dan ketiganya juga saling berhubungan. Bencana tanah longsor yang menjadi langganan pada musim penghujan ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya banjir bandang yang bersumber di hulu sungai sana.

Pada tulisan ini, saya tidak ingin menjelaskan penyebab terjadinya banjir bandang dan banjir genangan namun lebih menitik beratkan pada bagaimana kita melihat tanda-tanda alam dan tanda-tanda suatu kawasan rawan terhadap bahaya tanah longsor. Mudah-mudahan dengan mengenal tanda-tanda tersebut kita semua bisa terhindar dari bencana tanah longsor yang dalam musim penghujan ini sering sekali terjadi. Tanda suatu kawasan yang rawan terhadap bahaya tanah longsor antara lain:

1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat; kawasan perbukitan dan lereng-lereng yang terjal merupakan tanda kawasan rawan longsor pertama. Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya penebangan pohon secara tidak beraturan dan pemotongan lereng yang sangat terjal untuk kepentingan pembangunan jalan.

2. Lapisan tanah tebal di atas lereng; negara kita yang beriklim tropis dengan curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan batuan pembentuk bukit menjadi terlapukkan. Tingginya tingkat perlapukan batu yang akhirnya menjadi tanah ini ditunjukkan dengan tebalnya lapisan tanah pembentuk lereng. Lapisan tanah yang tebal ini apabila di bawahnya terdapat lapisan batu yang kedap air menyebabkan tanah lapisan batu yang kedap air tadi menjadi bidang gelincir yang memungkinkan terjadinya longsor. Lapisan tanah yang tebal di atas lereng ini menjadi tanda kawasan rawan tanah longsor dan masyarakat harus jeli melihatnya.

3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik; Buruknya sistem drainase di bawah lereng dan tata guna lahan yang buruk juga menjadi tanda-tanda suatu kawasan yang mengalami tanah longsor. Sistem tata air yang buruk ini menyebabkan air hujan yang masuk ke dalam lereng ketika hujan turun mengendap disana sehingga menambah beban lereng dan terakhir terjadilah tanah longsor.

4. Lereng terbuka atau gundul; Lereng yang yang tidak ditumbuhi perpohonan dan tidak ditutup dengan lapisan penutup menyebabkan air hujan langsung masuk ke dalam lereng. Kasus nomor 4 sama dengan kasus nomor 3 di atas.

5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing; Kawasan yang sudah retak berbentuk tapak kuda di atas tebing mengindikasi bahwa tebing tersebut sudah mulai bergerak. Keadaan ini akan diperparah apabila turunnya hujan dalam waktu yang lama.

6. Banyaknya mata air/rembesan air; Rembesan air yang banyak di lereng sebuah tebing menunjukkan tebing tersebut sudah sangat jenuh air atau sudah terpenuhi oleh air. Banyaknya air dalam lereng seperti yang dijelaskan pada nomor 3 bisa menyebabkan terjadinya tanah longsor.

7. Adanya aliran sungai di dasar lereng; Kejadian ini hampir sama dengan kejadi nomor 6 namun pada nomor 7 ini tingkat kejenuhan airnya sudah sangat parah sampai-sampai membentuk aliran sungat di bawah lereng.

8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng; Pembangunan rumah dan bangunan lain di atas lereng bisa menambah beban terhadap lereng. Ketika sebuah lereng awalnya stabil namun karena beban di atasnya terlalu besar maka lama-kelamaan lereng tersebut akan tidak stabil lagi  dan lambat laun bisa menyebabkan bencana longsor.

9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan; Hampir sebagian besar kejadian longsor yang terjadi di negara kita adalah longsoran yang diakibatkan pemotongan lereng yang terjal untuk kepentingan pembangunan jalan. Hampir setiap musim penghujan bisa dipastikan akan ada lereng-lereng di sepanjang jalan perbukitan akan longsor.

Mudah-mudahan ke-9 tanda kawasan rawan longsor ini bisa menambah pengetahuan kita akan bencana tanah longsor. Kenali tanda-tandanya dan selalu siaga dan Melek Bencana…….!!!

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.