Apa Penyebab Tanah Longsor Di Indonesia?

Hampir setiap kali musim hujan datang, di negara kita selalu diwarnai dengan kejadian tanah longsor. Mungkin terbesik di pikiran kita, mengapa bencana ini terus terjadi dan kadang kala bencana ini terjadi tidak hanya di musim hujan.

Dalam artikel ini, penulis akan mencoba menjelaskan apa saja penyebab tanah longsor dan beberapa solusi yang bisa diterapkan untuk mengurangi bencana tanah longsor tersebut.

Tingkat Perlapukan

Dalam ilmu Geologi, kita mengenal bahwa bumi ini pada awal pembentukannya berupa batu yang sangat keras.

Akibat proses perlapukan (weathering) batu tersebut lama kelamaan menjadi tanah (residual Soil). Proses pelapukan batu menjadi menjadi tanah bisa terjadi secara fisika (mekanik), kimia, dan biologi (tumbuhan dan hewan) dalam waktu puluhan sampai ribuan tahun.

 

Penulis sedang mengamati tanah longsor yang memperlihatkan batuan dasar yang menjadi bidang gelincir

Penulis sedang mengamati tanah longsor yang memperlihatkan batuan dasar yang menjadi bidang gelincir

Ke-tiga proses perlapukan tersebut bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan sehingga pada akhirnya batu tersebut bisa menjadi tanah.

 

Untuk negara-negara yang berada di kawasan tropis, derajat (tingkat) perlapukan batuan tersebut sangatlah tinggi sehingga pada daerah tersebut kita akan menemukan lapisan-lapisan tanah (residual soil) yang sangat tebal.

Tingginya tingkat pelapukan di negara tropis seperti Indonesia diakibatkan karena negara tropis memiliki tingkat curah hujan dan tingkat paparan matahari yang cukup tinggi juga.

Apa hubungannya perlapukan dengan longsor?.

Tanah longsor yang terjadi biasanya berupa perpindahan material lapisan tanah atau material pembentuk sebuah lereng. Lapisan tanah hasil perlapukan batuan yang berada pada sebuah lereng akan sangat mudah untuk jatuh.

pelapukan dan longsor

Batuan dasar yang kedap air bisa menjadi bidang gelincir (Sumber gambar: http://geologylearn.blogspot.co.id/)

Terlebih lagi ada lapisan batuan yang belum lapuk (bedrock atau batuan dasar) yang berada di bawah lapisan tanah tersebut. Lapisan batuan dasar ini akan menjadi bidang gelincir massa tanah di atasnya.

Jadi tingkat pelapukan menjadi penyebab tanah longsor yang pertama.

Tingkat Curah Hujan

longsor dan hujan

A. Kondisi lereng yang kering dan B. Kondisi lereng setelah masuknya air hujan (Copyright; Pearson Prentice Hall, 2006)

Negara tropis memiliki tingkat curah hujan yang tinggi akan menjadi penyebab utama tanah longsor.

Air hujan yang turun dan masuk ke dalam tanah pembentuk lereng akan menyebabkan perubahan terhadap lereng.

Perubahan tersebut antara lain;

(i) air hujan akan menambah beban lereng,

(ii) air hujan akan mengurangi gaya kohesi (gaya tarik menarik antar butir tanah) akibat merenggangnya jarak antar butir tanah, dan

(iii) air yang masuk sampai ke lapisan batuan akan dasar akan memperlicin batuan dasar sehingga bidang tersebut menjadi bidang gelincir tanah longsor.

Misalkan saja suatu hari kita mengalami hujan lebat dengan intensitas sekitar 200 mm, apabila 50% air hujan masuk ke dalam tanah maka akan menambah beban lereng sebesar 100 kg dalam luas 1 m2 atau ada gaya 707 Newton ke bawah lereng apabila lereng tersebut memiliki kemiringan 45o.

Bayangkan apabila hujan turun pada sebuah lereng dengan luas 20 m2, maka untuk kasus seperti di atas akan ada gaya keluar dari lereng yang menjadi penyebab tanah longsor sebesar 14.140 Newton atau setara 1,4 Ton penambahan beban ke luar lereng.

Jadi sangat wajar ketika hujan lebat turun, akan banyak sekali tanah longsor dan ini penyebab tanah longsor yang paling utama.

Untuk menghindari air yang masuk ke dalam lereng, maka lereng tersebut harus ditutup atau dibuatkan aliran supaya air mudah mengalir di atas permukaan tanah dan tidak masuk ke dalam lereng dan tidak menjadi penyebab tanah longsor.

Metode penutupan lereng seperti dengan cara menyemprotkan semen ke lereng (shorcrete) bisa dilakukan. Cara yang paling simpel adalah dengan cara menutup lereng dengan terpal dan memastikan air hujan tidak masuk ke dalam lereng.

Curah hujan merupakan penyebab tanah longsor yang utama di Indonesia.

Kemiringan Lereng

Lereng yang memiliki kemiringan lereng yang curam akan lebih mudah longsor dibandingkan dengan lereng yang landai.

Secara fisika, suatu longsoran akan terjadi atau tidak sangat bergantung pada besaran gaya penahan atau gaya yang menahan batuan/tanah tetap berada di lereng dan besaran gaya yang keluar dari lereng atau gaya yang menarik material lereng untuk jatuh ke bawah.

penanganan longsor

Beberapa cara penanganan longsor yang bisa dilakukan untuk prevensi tanah longsor (Sumber gambar: http://geologylearn.blogspot.co.id/2015/12/how-can-we-protect-against-mass.html)

 

Apabila gaya penahan lebih besar daripada gaya penarik maka tanah longsor tidak akan terjadi namun apabila gaya penahan lebih kecil dari gaya penarik maka tanah longsor akan terjadi.

Gaya penarik yang keluar dari lereng akan semakin besar dengan semakin bertambahnya beban lereng dan kemiringan lereng.

Salah satu cara untuk mengurangi gaya penarik adalah dengan membuat lereng yang landai.

Selain itu, solusi lain yang bisa diterapkan namun sedikit mahal adalah dengan cara memasang penguat lereng berupa Rockbolt, Soilnail, atau bentuk penguat lainnya. Beberapa negara tetangga kita sudah memasang metode pengaman lereng tersebut.

Struktur Geologi

penyebab tanah longsor

Bentuk stuktur batua berupa perlapisan yang dapat memicu tanah longsor atau luncuran batu (Sumber gambar: http://geologylearn.blogspot.co.id/2015/12/why-do-mass-movements-occur.html)

Kondisi geologi setempat juga sangat mempengaruhi suatu kawasan mudah untuk Longsor atau tidak.

Kondisi geologi berupa struktur geologi seperti adanya patahan (fault), kekar (Joint), lipatan, arah perlapisan dan kondisi geologi lainnya menjadi penyebab tanah longsor keempat.

Kawasan lereng yang berada pada kawasan patahan aktif akan mudah sekali untuk longsor, hal ini dikarenakan kondisi batuan pembentuk lereng yang sudah hancur sehingga menjadi zona lemah.

Struktur geologi yang kompleks yang terbentuk di Aceh tentu saja dipengaruhi oleh tumbuhan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lereng Eurasia tempat provinsi kita duduk.

Gaya tektonik tersebut membuat terjadinya deformasi batuan dan terbentuknnya struktur batuan berupa patahan, kekar, dan lipatan.

Selain itu, sebuah lereng batu yang memiliki banyak kekar (Joint) atau retak-retak juga menjadi penyebab longsor jenis jatuhan batu, gelincir (sliding) atau gulingan (toppling).

Apabila pembaca melihat lereng-lereng batu yang banyak retak-retak di sepanjang jalan, maka bisa dipastikan suatu saat nanti di tempat tersebut akan terjadi longsor.

Intensitas Gempa Bumi

Bagi masyarakat Indonesia gempa bumi adalah kejadian yang tidak langka. Seperti yang sudah dijelaskan oleh penulis dalam artikel Penyebab Gempa Bumi di Indonesia, di Sumatra dan Jawa terjadi akibat adanya zona tumbukan lempeng dalam bentuk subduksi antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia.

Getaran gempa bumi yang terjadi bisa menganggu kestabilan lereng. Kejadian tanah longsor akibat gempa bumi pernah terjadi ketika gempa bumi 02 Juli 2013 di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah provinsi Aceh dan beberapa tempat di Indonesia.

Semoga artikel penyebab tanah longsor ini menambah pengetahuan pembaca tentang tanah longsor. Salam Siaga dari civitas akademika Universitas Syiah Kuala.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.