Belajar Dari Youtube (Gunung Api)

youtube gunung apiPada tulisan sebelumnya penulis pernah membahas tentang beberapa metode yang bisa digunakan untuk memonitoring gunung api beserta pengamatan kembang-kempisnya. Pada kedua tulisan tersebut penulis hanya menampilkan gambar-gambar dan tidak menampilkan video. Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengajak pembaca untuk memahami pengamatan gunung api namun memalui media Audio Visual. Video yang saya tampilkan ini dibuat oleh IRIS (Incorporated Research Institutions for Seismology) sehingga yang apa ditampilkan di Youtube memang berasa berasal dari ahlinya.

Note: Sebelum lihat video di Youtube, cek dulu sumbernya karena siapa saja meng-upload video animasi sesukanya tanpa perlu di-review

Monitoring Tremor/Getaran/Gempa Vulkanik

Aktifitas kegempaan di dalam Gunung api selalu meningkat sebelum Gunung api meletus. Hal ini dikarenakan tekanan magma dan gas yang ada di dalam perut Gunung api terus menekan untuk naik ke atas permukaan sehingga ketika magma ini naik ke atas menyebabkan rekahan atau patahan di dalam gunung api. Rekahan atau patahan ini menjadi sumber gempa vulkanik. Buat pembaca yang mau mendownload videonya silahkan klik link ini Quicktime Animation (4.34 MB). Jangan lupa juga untuk menyebarkan informasi ini ke orang lain ya…

Pengamatan Gas

Gas magmatik  berasal dari dalam gunung api, gas magmatik ini naik ke atas permukaan untuk menurunkan tekanan yang ada di dalam gunung api. Jadi ketika gunung api akan meletus maka akan ditandai dengan meningkatkan gas dan ini harus diamati. Tujuan utama dalam pengamatan gas adalah untuk menentukan perubahan dalam pelepasan gas-gas tertentu dari gunung berapi, terutama karbon dioksida dan sulfur dioksida. Perubahan tersebut dapat digunakan dengan informasi pemantauan lainnya untuk memberikan peringatan letusan dan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana gunung api bekerja. Untuk download video tersebut, bisa klik link ini Quicktime Animation (6 MB).

Pengukuran Deformasi Dgn Tiltmeter dan GPS

Deformasi atau kembang-kempis gunung api memberikan kita petunjuk tentang yang sedang terjadi di dapus magma. Dua teknik yang biasa digunakan untuk mengamati kempas-kempis adalah Tiltmeter (alat ukur kemiringan) dan GPS (global positioning system) Geodetik. Ketika gunung api akan meletus maka akan ada gejala mengembang dan apabila di atas gunung api tersebut telah dipasang Tiltmeter maka proses pengembangan ini tentu akan memiringkan alat Tiltmeter. Untuk penggunaan teknik GPS bisa baca tulisan saya yang ini. Untuk yang mau download video tersebut, bisa klik link ini Quicktime Animation (2.68 MB).

Semoga Video Gunung Api ini bermanfaat  bisa memudahkan pembaca memahami bencana alam.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.