Cara Mendapatkan Air Minum di Alam Liar

Air merupakan suatu kebutuhan manusia yang sangat penting, tanpa air manusia cuma bisa bertahan beberapa hari. Bagi kita yang selamat dari bencana alam besar seperti tsunami dan saat ini sedang berada di atas bukit penyelamatan. Kita harus sudah memikirkan bagaimana untuk bisa bertahan hidup sebelum tim penyelamat datang. Ada beberapa kebutuhan bertahan hidup yang harus kita siapkan, Api, Air, Shelter (tempat tinggal sementara) dan Makanan. Ke-empat hal tersebut harus kita pikirkan untuk bisa bertahan hidup.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang bagaimana cara mendapatkan air dia alam liar dan air tersebut aman untuk kita minum. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan air minum di alam liar yang bukan bersumber dari air sungai, danau, dan air hujan.

Air dari Embun

embun pagiEmbun pagi merupakan sumber air yang siap untuk kita minum langsung namun ukuran gumpalan airnya masih kecil-kecil dan susah untuk kita ambil. Untuk mengumpulkan embun pagi yang menempel di ilalang, kita bisa mengunakan handuk atau baju kita. Ikatkan handuk atau baju di kedua kaki anda, kemudian berjalanlah melalui ilalang yang penuh dengan embun tersebut. Embun pagi akan terserap ke dalam baju atau handuk anda. Peras baju atau handuk anda, dan sekarang ada punya air untuk diminum. Apabila baju atau handuk anda kurang bersih, anda bisa memasak airnya sebelum diminum.

Air dari Transpirasi Dedaunan

Seperti pernah saya jelaskan di artikel air, hutan dan bencana, pohon merupakan pompa alami yang menyerap air dari dalam tanah dan menguapkan kembali ke atmosfer melalui daun dengan proses yang kita kenal proses transpirasi.

cara mendapatkan air

Cara mendapatkan air dari proses transpirasi dimana kantong plastik digunakan untuk membungkus daun (sumber gambar: http://adventure.howstuffworks.com/)

Caranya bisa dilakukan dengan cara di atas. hal pertama yang anda butuhkan untuk mendapatkan air dari proses transpirasi adalah kantong plastik. Setelah bencana terjadi, kantong plastik rasanya akan sangat mudah ditemukan namun pastikan kantong plastik yang anda gunakan bersih.

Berbeda dengan teknik mendapatkan air dari embun yang cuma bisa dilakukan di pagi hari, cara ini bisa anda lakukan dari pagi sampai sore hari selama matahari masih ada.

Pastikan ketika anda membungkus dedaunan dengan kantong plastik, ada sedikit ruang untuk daut, jangan sampai daut tersebut dibungkus rapat dan letakkan batu untuk pemberat supaya terbentuk tempat penampung air.

Air yang menguap melalui daun akan terperangkap dalam kantong plastik dan siap untuk anda jadi air minum. Untuk memastikan tidak ada bakteri dari kantong plastik, sebelum diminulm, airnya dimasak dulu ya..

Perangkap Air

Cara lain yang bisa digunakan untuk mendapatkan air di alam liar adalah dengan cara membuat perangkap air. Perangkap air digunakan untuk mendapatkan dari dari bawah dan embun pagi dari atas.

perangkap air

Perangkap air yang digunakan untuk mendapatkan air hasil penguatan dedaunan di bawahnya dan embun pagi yang terangkap di atas. (Sumber gambar: http://adventure.howstuffworks.com/)

Perangkap air dibuat dengan cara menggali lubang sedalam 05-1 meter. kemudian letakkan wadah penampung air di tengah-tengah lubang. Ambil beberapa daun dan rantingnya dan masukkan ke dalam lubang. Tutup lubang dengan menggunakan plastik dan letakkan batu di atas plastik sebagai pemberat. Air yang berada di dalam daun akan menguap tapi tertahan oleh plasti dan akan turun ke tengah-tangah plasti dan jatuh ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Selain sumber air dari bawah, plastik tersebut juga bisa menampung air yang berasal dari embun pagi.

Semoga artikel cara mendapatkan air di alam ini bermanfaat dan menampah ilmu bertahan hidup setelah bencana alam terjadi.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.