Cara Mengatasi Banjir Jakarta Ala Bangkok

banjir jakartaBanjir Jakarta – Pada tanggal 09 Februari 2015, Ibu kota negara kita Jakarta kembali dilanda banjir. Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya beberapa sungai yang aliran airnya “macet”. Penyebab “macetnya” air ini bisa karena sungai kecil dan dangkal atau dalam sungai benda-benda lain selain air yang mengalir di sana sehingga jatah “jalan” untuk air menjadi berkurang. Selain sungai yang meluap, air hujan yang tidak terus terserap tanah karena berkurangnya daerah resapan juga menjadi menjadi penyebab kedua banjir Jakarta. Penyebab ketiga rasanya karena subsidence atau amblesan Jakarta yang pernah saya jelaskan di artikel di link ini http://www.ibnurusydy.com/kota-kota-yang-sedang-tenggelam-ii/.

Banjir Jakarta menjadi bencana tahunan atau malah “semesteran” bisa jadi karena upaya untuk mengatasi banjir ini belum maksimal. Bagaimana upaya maksimalnya, kota Bangkok bisa menjadi sedikit acuan. Selain sama-sama ibu kota negara, kota Bangkok juga memiliki kondisi geologi dan geographis yang sama dengan Jakarta. Kota Bangkok pada tahun 2011 pernah mengalami banjir besar, namun mereka belajar banyak dari banjir tersebut. Walaupun masih negara berkembang, Shoko Takemoto dalam thesisnya yang berjudul Moving Towards Climate-Smart Flood Management in Bangkok and Tokyo untuk menyelesaikan program S2 di MIT tahun 2011 mengatakan bahwa, ada kesamaan manajemen penanggulangan banjir antara Tokyo dengan Bangkok walaupun Tokyo masuk ibu kota negara maju dan Bangkok cuma negara berkembang. Kemajuan Bangkok dalam menangani banjir, rasanya bolehlah kita tiru. Apa saja upaya yang mereka lakukan?

Cara Mengatasi Banjir Jakarta Secara Struktural

Secara struktural atau secara fisik, kota Bangkok sudah memiliki beberapa fasilitas yang sangat bagus untuk mengatasi banjir. Fasilitas yang mereka miliki sebagaimana saya kutip dari Department of Drainage and Sewerage Thailand antara lain;

  • Polder System; sistem ini sudah diterapkan di belanda dengan cara membangun tanggul yang kedap air. Air yang berada pada daerah polder dipompakan keluar dari Polder dan ditampung oleh polder lain di atasnya. Kota Bangkok sudah menerapkan sistem ini dan ini sangat menolong mereka dalam mengontrol air. Sistem polder ini terdiri beberapa point di antara, tanggul, pompa air banjir, kanal, terowongan, dan waduk.
Polder System

Ilustrasi Polder System (Sumber: www.heardutchhere.net)

  • Dike/Tanggul; Pemerintah kota Bangkok membangun tanggul penahan air sungai di pinggiran sungai yang ada disana.
  • Pumping Station/Pompa Banjir; Untuk pompa banjir ini, rasanya pemerintah DKI juga sudah membangun namun saya rasa masih kurang. Kota Bangkok memiliki sekitar 409 tempat pompa air banjir yang digunakan apabila intensitas hujan meningkat.
  • Pengembangan Kanal; Untuk mengatasi banjir, pemerintah Bangkok membangun 1682 kanal dengan total panjang sekitar 2604 Km. Selain kanal, mereka juga memiliki 7 terowongan dengan total panjang 19 Km.
bangkok tunnel

Salah Satu Terowongan Air di Kota Bangkok (Sumber: Department of Drainage and Sewerage Thailand)

  • Retention Area; ini merupakan tempat penampung air dan kota Bangkok memiliki 25 lokasi penampung air atau waduk. Untuk Jakarta kita sudah punya beberapa waduk, kalau dirasa kurang berarti harus bangun lagi.
  • Flood Control Center; Pengawai di kantor tersebut bekerja 24 jam dan menginformasikan kepada masyarakat tentang data curah hujan. informasi tersebut juga disampaikan melalui Facebook dan Twitter.

Cara Mengatasi Banjir Jakarta Secara Non-Struktural

Secara Non-Struktural mereka sudah memiliki;

  • Relawan Banjir; Ini yang sangat menarik di Bangkok, ada beberapa orang yang dengan suka rela bekerja untuk mengatasi banjir di kota mereka.
  • Regulasi Tataguna Lahan; peraturan pemerintah tentang penggunaan lahan sudah mereka buat dan saya rasa Pemerintah DKI juga sudah memilikinya.
  • Informasi Publik dan Pendidikan; penyampaian informasi kepada publik dengan cepat, tepat dan benar adalah kunci utama untuk mengurangi risiko bencana. Pendidikan kebencanaan juga memegang peranan penting, salah satunya penyampaian pendidikan banjir melalui video. Hal ini pernah saya tulis di artikel pada link http://www.ibnurusydy.com/safesteps-com-bagaimana-agar-selamat-dari-banjir/.

Semoga artikel yang tentang Cara Mengatasi Banjir Jakarta Ala Bangkok yang saya rujuk ke Department of Drainage and Sewerage Thailand ini bermanfaat dan menambah ilmu bencana bagi kita semua

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.