Gempa Bumi Alaska: Ketika Dua Lempeng Bercinta

Mekanisme Fokal Gempa Bumi Alaska 24 Juni 2014 (Sumber: USGS, 2014)

Mekanisme Fokal Gempa Bumi Alaska 24 Juni 2014 (Sumber: USGS, 2014)

USGS mencatat kalau gempa bumi Alaska hari ini 24 Juni 2014 terjadi pada pukul 03:53:09 wib dekat dengan pulau Aleutian. Gempa bumi ini terjadi di episenter 51.797° LU dan 178.760° BT dengan kedalaman 107 km dengan skala magnitudo 7,8 Mw. Apabila dilihat dari kedalamannya, gempa bumi ini tergolong gempa bumi dalam dan tentu saja tidak berpotensi tsunami. Walaupun demikian, pihak otoritas setempat mengeluarkan peringatan tsunami yang kemudian peringatan tersebut dicabut kembali. Lempeng-lempeng mana yang bercinta sehingga menyebabkan gempa bumi ini terjadi, berikut ini penjelasannya.

Lempeng-Lempeng Yang Bercinta di Alaska

Hampir semua gempa bumi yang terjadi di bumi disebabkan oleh pergerakan lempeng-lempeng bumi. Lempeng-lempeng yang tersusun sedemian rupa sejah zaman purba bergerak membentuk rupa bumi seperti sekarang ini. Lempeng-lempeng tersebut masih terus bergerak satu sama lain bahkan saat anda membaca tulisan ini, lempeng itu masih terus bergerak. Anda mungkin tidak merasakan pergerakan lempeng tersebut karena mereka bergerak dengan kecepatan 1-10 cm/tahun. Sangat lambat sekali, namun walau lambat mereka bergerak dengan pasti dan tidak ada yang sanggup menghentikannya kecuali Dia yang maha menguasai alam.

Episenter Gempa Bumi Alaska dan Lempeng-lempeng yang ada disana (Sumber: USGS, 2014)

Episenter Gempa Bumi Alaska dan Lempeng-lempeng yang ada disana (Sumber: USGS, 2014)

Pergerakan lempeng tektonik ada macam-macam, ada lempeng yang bergerak secara berpapasan dengan cara gesek-gesek samping (tranform), ada pergerakan lempeng saling menjauh (Divergen) seperti orang cerai dan ada juga pergerakkan lempeng yang saling mendekat (subduksi/divergen) atau saling bercinta.

Yang menyebabkan gempa bumi Alaska 24 Juni 2014 adalah lempeng yang sedang bercinta (Subduksi). Lempeng mana yang bercinta? ternyata oh ternyata, lempeng Pasifik yang besar itu, bercinta dengan lempeng Amerika Utara. Lempeng Pasifik yang besar saling mendekat dengan lempeng Amerika Utara dimana lempeng Pasifik masuk ke bawah lempeng Amerika Utara. Jadi posisinya lempeng Amerika Utara berada di atas lempeng Pasifik namun yang bergerak lempeng pasifik dan lempeng Amerika Utara cuma diam menerima gerakan lempeng Pasifik. Mana yang cew dan cow, silahkan pembaca nilai sendiri.

Melihat hypocenter atau focus gempa bumi kali ini sangat dalam, USGS memperkirakan kalau gempa bumi terjadi akibat patahnya lempeng Pasifik. Patahan secara miring ini terjadi beberapa kilometer di bawah zona yang bersentuhan antara lempeng Pasifik dengan lempeng Amerika Utara sedalam lebih kurang 100 km di bawah sana. Kemiringan patahan tersebut bisa dilihat dari mekanisme fokal sebagaimana bola warna hijau di pojok kiri atas. Kalau pembaca belum faham apa itu mekanisme fokal, silahkan baca selengkapnya di link ini http://www.ibnurusydy.com/belajar-dari-youtube-gempa-bumi/

Fenomena gempa bumi ini hampir sama dengan gempa bumi Aceh Singkil pada tanggal 23 Juni 2013, penjelasannya ada di link ini http://www.ibnurusydy.com/gempa-singkil-gempa-intra-slab/

Sejarah Gempa Bumi di Alaska

Akibat percintaan kedua lempeng tersebut, negeri Alaska sering mengalami sejarah gempa bumi dengan skala di atas 8 Mw. Bahka pada tanggal 27 Maret 1964 pukul 5:36 sore, Gempa bumi dengan kekuatan 9,2 Mw melanda Alaska. Sebuah gempa bumi yang kekuatannya hampir sama dengan gempa bumi Aceh 2004. Gempa tersebut telah meluluhlantahkan beberapa kota di Alaska. Bagaimana dahsyatnya Gempa bumi Alaska tahun 1964, silahkan simak video di bawah ini.

Semoga tulisan singkat tentang Gempa Bumi Alaska 24 Juni 2014 ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Salam Siaga dari Aceh,

Ibnu Rusydy

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.