Gempa Sesar Sumatra: Bener Meriah 02 Juli 2013

gempa 2 juli 2013Hari ini tanggal 02 Juli 2013 pukul 14:37 masyarakat Aceh kembali diingatkan oleh gempa bumi yang terjadi di Sesar Sumatra. Gempa bumi tersebut berada di episenter 4.698° LU, 96.687° BT dengan magnitudo gempa sebesar 6,1 Mw. Gempa bumi yang berada di kawasan Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh tersebut bersumber dari Sesar Sumatra Segmen Aceh-Tripa. Gempa yang terjadi di Sesar Sumatra Segmen Aceh bukanlah pertama sekali, pada awal tahun 2013 tepatnya 22 Januari, Aceh juga pernah mengalami gempa bumi sesar darat di kawasan Mane-Geumpang dengan skala magnitudo 6 Mw di link ini http://www.ibnurusydy.com/gempa-mane-geumpang-bukan-gempa-sesar-pertama/

Gempa bumi Bener Meriah yang terjadi hari ini tentu memiliki efek merusak yang sangat tinggi, hal ini dikarenakan sumber gempa yang hanya berjarak 10 Km di bawah kaki kita. Selain sumber gempa yang dekat dengan perumahan penduduk, efek amplikasi dan pantulan gelombang gempa juga memegang peranan dalam memperkuat goncangan tanah. Baca tulisan Peran Geofisika (Fisika Bumi) Dalam Mitigasi dan Monitoring Bencana (II) untuk memahami efek amplifikasi.

Saat ini, banyak sekali terjadi kerusakan rumah, bangunan dan infrastruktur lainya di sekitar sumber gempa bumi. Kerusakan yang paling parah terjadi di sekitar kota Takengon yang menjadi ibu kota Kab. Aceh Tengah. Efek Amplifikasi sangat dimungkinkan terjadi di Takengon karena kota Takengon duduk di atas lapisan endapan sedimen muda atau endapan vulkanik yang lunak.

Pada awal tahun lalu, penulis sendiri pernah menulis tulisan tentang Potensi Gempa bumi di Patahan Sumatra di link ini dan dalam beberapa pelatihan dan seminar sudah sering membahasnya. Pada tulisan ini, penulis akan mencoba membahas lagi tentang sejarah gempa bumi di sesar sumatra serta estimasi energi yang akan dilepas oleh gempa apabila terjadi lock selama 100 tahun dan 200 tahun. Semoga gempa Bener Meriah kali ini bisa jadi momentum pengingat akan potensi gempa di Sesar Sumatra.

Sejarah Gempa Sesar Darat di Aceh

Pakar Gempa Pak Danny Hilman Natawidjaja (LIPI) bersama Pak Wahyu Triyoso (ITB) melalui papernya tentang “the sumatran fault zone — from source to hazard” sudah menceritakan banyak tentang Sesar Sumatra dan sejarah kejadian gempa sejak 1892. Sesar Sumatra yang sepanjang 1900 km dimulai dari teluk Semangko sampai dengan Aceh dibagi kepada 19 segmen. Masing-masing segmen sejak tahun 1892 telah mengalami gempa-gempa di atas 6 Ms. Di Aceh terdapat Segmen Aceh, Segmen Seulimuem, Segmen Tripa dan Segmen Batee. Di Segmen Tripa pernah terjadi gempa pada tahun 1990 (Gayo Lues) sebesar 6,8 Ms dan 1936 (Aceh Tenggara) sebesar 7,2 Ms. Di Segmen Seulimuem pernah terjadi gempa pada tahun 1975 (Aceh Besar) sebesar 6,3 Ms dan tahun 1964 (Krueng Raya) sebesar 6,5 Ms. Di segmen Batee belum pernah terjadi gempa bumi sejak 1892 dan di Segmen Aceh Baru terjadi gempa pada 22 Januari 2013 di atas 6 Mw di kawasan Mane-Geumpang dan Gempa hari ini terjadi lagi di ujung bagian barat Segmen Aceh.

Mengenal Segmen-Segmen Sesar Sumatra

Nama-nama Segmen Sesar Sumatra (Danny Hilman, 2007)

Segmen-Segmen Sesar Sumatra (Danny Hilman, 2007)

Prof. Kerry Sieh dan Pak Dr. Danny Hilman Natawidjaja dari LIPI telah memetakan Sesar Sumatra secara mendetail. Mereka membagi Sesar Sumatra kepada 19 Segmen utama walaupun sebenarnya Sesar Sumatra sendiri memiliki segmen-segmen kecil lainnya. Oleh mereka, penamaan ke-19 Segmen Sesar Sumatra tersebut mengacu pada nama sungai yang berada dekat segmen tersebut.

Namun apabila kita melihat pada literatur lama, penamaan segmen-segmen Sesar Sumatra dinamakan berdasarkan kota, kabupaten, lembah dan sungai terdekat. Nama-nama segmen Sesar Sumatra berdasarkan Prof. Kerry Sieh dan Pak Danny antara lain: Sunda, Semangko, Kumering, Manna, Musi, Ketaun, Dikit, Siulak, Suliti, Sumani, Sianok, Sumpur, Barumun, Angkola, Toru, Renun, Tripa, Aceh dan Seulimuem serta ditambah satu lagi segmen Batee di Aceh.

Estimasi Energi Gempa Sesar Sumatra

Terbentuknya Sesar Sumatra karena tunjaman yang miring lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia. Penumjaman miring ini menyebakan adanya patahan di tengah pulau Sumatra yang dinamakan Sesar Sumatra. Sesar Sumatra ini bergerak secara geser kanan dengan kecepatan sekitar 10 – 27 mm/tahun. Gempa-gempa besar akan sangat dimungkinkan terjadi pada segmen-segmen sesar Sumatra yang  memiliki pergerakan/pergeseran tinggi. Apabila diasumsikan bahwa dalamnya sesar Sumatra yang memiliki potensi gempa adalah 15 Km, maka akan bisa dihitung kekuatan gempa untuk akumulasi energi 100 tahun dan 200 tahun dengan anggapan zona kunciannya 100%. Hasil perhitungan terjadi dapat dilihat pada table di bawah.

Estimasi Akumulasi Energi masing-masing Segmen untuk pengulangan Gempa 100 tahun dan 200 tahun (Sumber: Danny Hilman, 2007)

Estimasi Akumulasi Energi masing-masing Segmen untuk pengulangan Gempa
100 tahun dan 200 tahun (Sumber: Danny Hilman, 2007)

Dari hasil perhitungan beliau didapatkan bahwa akumulasi energi gempa 100 tahun pada setiap segmen di sesar Sumatra setara dengan gempa bumi 7,2 – 74 Mw dan untuk akumulasi energi 200 tahun akan ada gempa bumi sebesar 7,4 – 7,7 Mw. Dikarenakan di sesar Sumatra terdapat 19-20 segmen maka beliau menduga akan ada gempa 2 kali sebesar 7,2 – 74 Mw dan 1 kali gempa sebesar 7,4 – 7,7 Mw dalam setiap dekade  di Sesar Sumatra. Namun perlu sama-sama diingat bahwa pernyatan tersebut dengan asumsi sesar Sumatra terkunci sempurna (100% Lock).

Artikel Potensi Gempa Bumi di patahan Sumatra, silahkan baca artike ini di link ini http://www.ibnurusydy.com/potensi-gempa-di-patahan-sumatra/

Dalam kenyataan sehari-hari, sesar Sumatra tidaklah terkunci sempurna, tentu ada pelepasan energi pelan-pelan berupa gempa-gempa kecil dan berupa rayapan tanah atau dalam istilah geologi di sebut creeping. Untuk segmen Aceh sendiri, tekanan miring yang menyebabkan terbentuknya Sesar Sumatra beberapa energinya sudah ter-release oleh Sesar Mentawai (MF) atau Sesar Andaman Barat (West Andaman Fault-WAF) yang berada di Laut antara Pulau Simeulue dengan pulau Sumatra sehingga potensi gempa-gempa besar >7 Mw sangat jarang terjadi. Namun untuk segmen lain,  sangat dimungkinkan adanya gempa dengan skala di atas 6 Mw yang akan terjadi dalam setiap dekade.

Dengan adanya potensi gempa sesar Sumatra ini, tidak harus membuat kita takut namun harus membuat kita lebih waspada dan lebih Siaga bencana alam.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.

10 Responses

  1. author

    ade rahadian4 years ago

  2. author
    Author

    Ibnu Rusydy4 years ago

  3. author

    aldila putri4 years ago

  4. author

    adikcilak4 years ago

  5. author

    Robi Agustian4 years ago

  6. author

    Wardah Hayati4 years ago

  7. author
    Author

    Ibnu Rusydy4 years ago

  8. author
    Author

    Ibnu Rusydy4 years ago

  9. author
    Author

    Ibnu Rusydy4 years ago

Leave a Reply