Jejak Topan Malakas Yang Menerjang Jepang Hari Ini

Topan Malakas

Hari ini 21 September 2016, Topan Malakas menerjang Jepang dan memicu bencana banjir dan tanah longsor di Jepang. Topan Malakas merupakan topan kedua yang terbentuk dalam bulan ini, sebelumnya ada Topan Meranti yang sempat menerjang Philipina Utara, Taiwan Selatan dan Beijing. Seperti apa perkiraan jejak Topan Malakas dan kapan topan tersebut mulai terbentuk?

Awal Lahirnya Malakas

Topan Malakas pertama sekali terbentuk di lautan Pasifik atau bagian barat kepulauan Philipina. Menurut BMKG Philipina atau Philipines Atmosperic Geophysical and Astronomical Services Administration, Topan Malakas pertama sekali terbentuk pada tanggal 13 September 2016 pukul 8 malam waktu setempat. Topan tersebut bergerak menuju Taiwan dan pada tanggal 16 September 2016 berbalik arah menuju ke arah kepulauan negara Jepang. Pada tanggal 19 September 2016, topan Malakas sudah mulai menerjang daratan Jepang.

Topan Malakas

Jejak Topan Malakas dan posisi awal pembentukannya menurut BMKG Philippina

Kerusakan Akibat Topan Malakas

Akibat topan Malakas, sebagian kawasan Selatan Jepang mengalami angin kencang, banjir dan beberapa tempat terjadi tanah longsor. Tanah longsor terjadi di pulau Kyushu pada pukul 14:00 waktu jepang pada tanggal 19 September 2016. Menurut berbagai sumber, Topan Malakas yang menerjang selatan Jepang masuk dalam kategori 3.

banjir akibat malakas

Photo udara yang menunjukkan banjir akibat hujan deras yang diakibatkan oleh Topan Malakas di Nobeoka, Miyazaki Prefecture, Foto diambil oleh Kyodo pada tgl 20 September 2016.
Credit Kyodo/via REUTERS

Kerusakahan akibat Topan Malakas juga dapat dilihat pada video Youtube di bawah ini;

Semoga bencana alam Topan Malakas segera berakhir dan masyarakat jepang bisa beraktifitas seperti biasanya.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.