Keunikan Lempeng Indo-Australia

Lempeng Indo-Australia – Gempa 11 April 2012 terjadi di tempat yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. Gempa bumi ini telah mengubah paradigma berpikir para pakar gempa yang sebelum menganggap kawasan ini aseismic (tanpa gempa) menjadi berpikir sebaliknya. Selain tempat kejadian yang diluar perkiraan para ahli, magnitud gempanya sendiri juga membuat para pakar terkejut-kejut. Skala 8.6 Mw pada gempa sesar geser 11 April 2012 merupakan gempa sesar geser yang terbesar yang tercatat di dunia dan terjadinya di patahan kerak samudra (lempeng Indo-Australia). Patahan kerak samudra di lempeng Indo-Australia tersebut dikenal dengan nama Investigator Fracture Zone (IFZ). Apa keunikan dari IFZ ini, mari kita simak sama-sama……….

Investigator Fracture Zone (IFZ)

Lempeng Indo-Australia bergerak dengan kecepatan 4-5 cm/tahun di bagian Sumatra dan 7 cm/tahun di Jawa dan Bali (Simmons et al., 2007). Di sepanjang lempeng Indo-Australia terdapat zona rekahan/patahan (fracture zone) karena  kecepatan pergerakan lempeng ini yang berbeda. Rekahan/patahan yang paling besar di sebut dengan IFZ dan gempa tanggal 11 April 2012 terjadi di rekahan/patahan IFZ ini. Pada gambar 1 dapat dilihat adanya rekahan/patahan di kerak samudra (lempeng Indo-Australia) yang dinamai dengan Investigator Fracture Zone, 97 Fracture Zone, 96 Fracture Zone, 94 Fracture Zone and 93 Fracture Zone (penamaan ini merujuk garis bujur). Rekahan ini mengarah Selatan-Utara dan dibagian selatan masih terlihat dari peta bathimetri namun pada bagian yang mendekati zona subduksi tidak terlihat lagi karena tertutup sedimentasi laut yang dibawa dari pergunungan Himalaya melalui samudra hindia.

lempeng sumatra

Gambar 1. Peta Bathimetri kerak samudra (Krabbenhoeft et al., 2010)

Rekahan/patahan di lempeng Indo-Australia telah membagi lempeng tersebut menjadi beberapa segmen. Masing-masing segmen ini bergerak dengan kecepatan berbeda sehingga sangat dimungkinkan adanya gesekan antar sesama segmen. Gesekan ini apabila tertahan/terkunci (locked) dalam waktu yang lama kemudian energi stress-nya tertahan disitu dan apabila tiba-tiba lepas maka terjadilah gempa sesar geser  seperti 11 April 2012 dan 11 Jan 2012. Untuk mudahnya bisa dibayangkan lempeng Indo-Australia yang tersusun atas beberapa papan sejajar. Papan ini sama-sama bergerak  ke Utara namun kecepatan bergerak tiap papan beda-beda. Karena kecepatannya beda-beda maka sangat dimungkinkan terjadinya gesekan antar papan yang menjadi sumber gempa namun apabila kecepatanya persis sama maka gesekan tadi tidak akan terjadi dan tidak ada yang namanya gempa.

Gambar 2 di bawah ini akan lebih memudahkan pembaca untuk memahami “papan” yang penulis sebutkan di atas. angka yang ada dalam “papan” di gambar 2 menunjukkan umur daripada kerak samudra dalam juta tahun. Kerak samudra indo-Australia yang paling dekat dengan kepulauan Simeulue atau di sekitar zona subduksi berumur sekitar 26 Juta tahun yang lalu (sebelum manusia hadir di bumi). Kerak Samudra yang paling muda terdapat di sekitar spreading area atau Mid-Ocean Ridge atau zona divergen yang ada di bagian selatan benua Australia.

Lempeng Yang Terus Bergerak

Lempeng Indo-Australia ini terus bergerak dan menunjam lempeng Eurasia (tempat kita berdiri) dengan kecepatan 4-5 cm/tahun. Pergerakan ini sangat pelan namun pasti dan tidak dapat dihentikan dan lama-lama (jutaan tahun lagi) benua Australia akan berada di bawah Indonesia. Kalau ada yang bertanya bagaimana dengan perbatasan  laut apabila Australia terus menuju Indonesia, jawabannya biar dijawab oleh anak cicit cicit kita saja.

Hal lain yang menarik dengan pergerakan lempeng ini adalah Arah Kiblat shalat kita, apakah gerakan lempeng ini berpengaruh dengan arah kiblat kita? gerakan lempeng Indo-Australia mendorong lempeng Eurasia kan cuma 4-5 cm/pertahun? dan apabila dorongan konstan  tanpa gempa maka dalam kurun waktu 1000 tahun mesjid kita bergeser sekitar 50 meter ke utara. Jarak dari Aceh ke Arab Saudi sekitar 6.400 Km, apakah pergeseran yang cuma 50 meter berpengaruh pada derjat arah kiblat? atau jangan-jangan tidak berpengaruh banyak. Untuk jawabannya tunggu tulisan saya berikutnya tentang cara menentukan arah kiblat. Untuk info awal, pada bulan Mei dan Juli kita bisa menentukan kiblat dengan metode matahari.

Semoga artikel tentang Lempeng Indo-Australia ini bermanfaat buat pembaca dan masyarakat indonesia makin faham akan bencana alam. Mari Sedia Ilmu Sebelum Bencana.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.