Kota-Kota Yang Sedang Tenggelam (IV)

Penanggulangan bencana amblesan tanah (land subsidence) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Shanghai dan Changzhou menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Selain kedua tersebut, ternyata beberapa kota besar lain juga menerapkan beberapa kebijakan dalam upaya pengurangan risiko bencana amblesan tanah

Kota Di Jepang Yang Turun

Beberapa kota besar di negara Jepang mengalami amblesan tanah. Menurut Environment Protection Agency of Japan tahun 1995, terdapat 11 kawasan yang mengalami penurunan dengan kecepatan 20 mm/tahun seluas 276 Km2 (Soki Yamamoto, 1995).

kota yang sedang tenggelamDari ke-11 kawasan tersebut, terdapat beberapa kota yang turun sehingga mengharuskan pemerintah kotanya melakukan upaya mitigasi. Pada gambar di samping ini bisa dilihat bahwa kejadian amblesan sudah dimulai sejak tahun 1900 di kota Tokyo dan Osaka. Namun ada hal yang menarik sejak tahun 1960-an sampai dengan sekarang.

Pada tahun 1959 dan 1962 pemerintah Jepang membuat peraturan penggunaan air tanah untuk Industri dan untuk bangunan dalam upaya pengurangan risiko bencana amblesan tanah. Sebuah lembaga yang bernama Environment Protection Agency of Japan juga dibentuk untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut. Beberapa kebijakan tersebut cukup membuahkan hasil dan pada kurva disamping bisa dilihat adanya pengurangan nilai penurunan sejak tahun 1960-an dan malahan di kota Tokyo terjadi re-bound aquifer karena jumlah air yang terisi lebih banyak daripada jumlah yang diambil.

Gedung-Gedung Miring di Kota Venisia

venice subsidenceKota Venisia yang duduk di atas lapisan sedimen aluvial muda mengalami penurunan/amblesan. Dugaan amblesan yang terjadi di kota Venisia yang terdeteksi sejak beberapa dekade yang lalu dan sebelum tahun 2000, dugaan penyebab amblesan tersebut adalah karena pengambilan air tanah dan konsolidasi lapisan sedimen. Atas atas dugaan penyebab ini, pemerintah kota Venisia membuat kebijakan tentang pengambilan air tanah melalui sumur bor namun amblesan ternyata tidak berhenti juga.

Selain karena konsolidasi lapisan sedimen, ternyata amblesan kota Venisia sangat di pengaruhi oleh gaya-gaya tektonik. Lapisan sedimen yang terisi di dalam cekungan foreland yang aktif bergerak karena dibantu oleh lempeng Adriatic yang menunjam (subduksi)  di bawah cekungan tersebut. Pada gambar di atas bisa dilihat tatanan tektonik dan laju penurunan yang sangat tinggi di tengah-tengah cekungan, sehingga sangat wajar apabila banyak gedung-gedung tinggi di kota Venisia mengalami kemiringan. Pengaruh tektonic ini sudah ada dari sejak zaman dahulu namun sebelum tahun 2000 diperparah lagi oleh pengambilan air tanah yang berlebihan.

Subsidence Meksiko

Kota Meksiko yang berdiri di atas tanah sedimen muda dan pengambilan air tanah yang terus-menerus dalam jumlah banyak membuat kota tersebut terus ambles/turun. Nilai amblesan tersebut makin hari makin tinggi dan Batuhan Osmanoglu dari Geologi Laut dan Geofisika Universitas Miami dan kawan-kawannya dari Jurusan Geomagnetic dan Ekplorasi Institut Geofisika Universitas Nasional Autónoma México (Ciudad Universitaria, México) mencatat antara tahun 2004 sampai dengan 2006, telah terjadi amblesan di bagian timur kota Meksiko sebesar 30 cm/tahun.

kota yang sedang tenggelam
Angka penurunan ini lebih tinggi dibandingkan dengan Ibu kota negara kita Jakarta. Hal ini mengharuskan pemerintah kota Meksiko untuk memberlakukan kebijakan dan peraturan pengambilan air tanah. Semoga contoh-contoh kota yang ambles yang saya paparkan ini menjadi contoh bagi kita dan bagi Pemerintah kota di Indonesia yang mengalami bencana amblesan tanah (land subsidence).

Tamat…….!!!!

Bacaan Sebelumnya:

  1. Kota Kota Yang Sedang Tenggelam (I)
  2. Kota Kota Yang Sedang Tenggelam (II)
  3. Kota Kota Yang Sedang Tenggelam (III)
Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.

2 Responses

  1. author

    Gembul5 years ago

  2. author
    Author

    Ibnu Rusydy5 years ago

Leave a Reply