Mari Siaga Bencana

Oleh: Fitriani Ibrahim

Indonesia memiliki banyak wilayah yang rawan bencana, baik bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh ulah manusia. Bencana dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi geografis, geologis, iklim, maupun faktor-faktor lain seperti keragaman sosial, budaya dan politik. Kejadian bencana di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, demikian juga untuk wilayah Aceh.

Hingga kini, kita masih belum dapat sepenuhnya mampu meniadakan risiko bencana yang disebabkan oleh kejadian atau peristiwa, namun kemampuan kita untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi sebenarnya dapat mengurangi tingkat risiko suatu bencana. Bayangan mengerikan tsunami yang menerjang Aceh dan Nias (Sumatera Utara) masih tersisa meski bencana luar biasa itu sudah enam tahun berlalu. Kisah tutur dari musibah tsunami yang datang tiba-tiba pada Minggu pagi 26 Desember 2004 itu masih hidup di kalangan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Aceh. Namun, pelajaran apa yang sudah diambil dari hentakan tragedi yang sungguh menggemparkan itu?

Sebagai wilayah yang mempunyai risiko bencana alam yang cukup tinggi, Provinsi Aceh juga berupaya untuk mewujudkan budaya aman dan siaga bencana di semua sektor kehidupan, termasuk salah satunya pada bidang pendidikan. Hal ini terjadi karena sekolah dipercaya memiliki pengaruh langsung terhadap generasi muda yaitu dalam menanamkan nilai-nilai budaya menyampaikan pengetahuan tradisional dan konvensional kepada generasi muda. Untuk melindungi anak-anak dari ancaman bencana alam diperlukan dua prioritas berbeda namun tidak bisa dipisahkan aksinya yaitu pendidikan tentang risiko bencana dan keselamatan di sekolah.

siaga bencana

Pelatihan P3K di sekolah salah satu cara menyiapkan generasi yang tangguh (Foto TDMRC Unsyiah)

Pendidikan kebencanaan di sekolah dasar dan menengah membantu anak-anak memainkan peranan penting dalam penyelamatan hidup dan perlindungan anggota masyarakat pada saat kejadian bencana. Penyelenggaraan pendidikan tentang risiko bencana ke dalam kurikulum sekolah sangat membantu dalam membangun kesadaran di lingkungan masyarakat. Pendidikan sadar bencana bagi anak didik, mulai jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat hingga perguruan tinggi sangat penting untuk dilaksanakan saat ini.

Dari sisi pendidikan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan pengetahuan kebencanaan ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Selain memasukkan pendidikan kebencanaan itu ke dalam kurikulum, perlu juga diadvokasi pembentukan sekolah-sekolah siaga bencana, sehingga pembelajaran sejak dini mengenai kebencanaan, khususnya tsunami bagi masyarakat Aceh sangat diperlukan. Tujuannya agar risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin.

Di sejumlah daerah di Aceh, terdapat kearifan lokal yang berisi pelajaran mengantisipasi bencana. Sebagai contoh adalah smong sebuah tradisi lisan yang berasal dari Pulau Simeulue, pesisir barat Aceh, yang disadari atau tidak berisi pesan-pesan tradisional tentang perlunya masyarakat bersiap diri saat terjadinya gempa besar yang diduga akan terjadinya gelombang tsunami. Karena itu, agar kita bisa mengurangi risiko bencana, kita harus mempunyai pengetahuan, sikap, dan ketrampilan untuk menghadapi segala macam kemungkinan terjadi bencana. Salah satunya dengan pengetahuan untuk mengetahui apa itu bencana, bahaya, kapasitas, kerentanan, dan risiko. Pengurangan risiko bencana yang dimulai dari sekolah akan melibatkan semua komponen di lingkungan sekolah seperti guru, murid, komite sekolah, orang tua dan masyarakat di lingkungan sekolah. Untuk itu, berbagai pihak yang berkepentingan di sekolah perlu mendorong inisiatif kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana sesuai dengan jenis kerentanan bencana di daerah masing-masing.

Pemetaan risiko bencana di sekitar kita haruslah menjadi salah satu kompetensi yang dimiliki oleh semua warga sekolah sehingga perencanaan konstruksi gedung sekolah, penyusunan program sekolah, perencanaan anggaran, penataan lingkungan sekolah, dan berbagai hal lain yang berkait dengan sekolah diarahkan bagi lahirnya kesiapsiagaan bencana di sekolah secara bertahap. Semoga

Rate this article!
Mari Siaga Bencana,4.67 / 5 ( 3votes )
Tags:
author

Author: