Mempelajari Lapisan Bumi dgn Data Gempa

6 Flares Twitter 2 Facebook 0 Google+ 3 LinkedIn 0 Pin It Share 0 Email -- Reddit 0 StumbleUpon 1 6 Flares ×

Selama ini, kita telah diperkenalkan dengan beberapa lapisan bumi. Waktu kita belajar geografi dulu di SMU, pembaca pasti pernah melihat bumi yang dibelah dan nampak beberapa lapisan. Ketika melihat lapisan bumi tersebut, pasti akan muncul pertanyaan dalam benak kita tentang “bagaimana para ahli ilmu kebumian bisa tahu ketebalan lapisan bumi dan sifat fisik (cair atau padat) lapisan bumi tersebut”.

Sejak zaman dulu, manusia terus berusaha untuk mempelajari lapisan bumi dengan cara melakukan pengeboran lapisan namun metode pengeboran sangat terbatas dalamnya. Pengeboran terdalam yang pernah dilakukan manusia sampai saat ini adalah 12 Km di Rusia (cmiiw). Pengeboran tersebut terkendala dengan suhu yang sangat panas di bawah permukaan dan tidak dimungkinkan untuk melakukan pengeboran sampai dengan kedalaman melebihi 12 Km. Apabila “ngebor” aja cuma sampai12 Km, bagaimana para ahli kebumian bisa yakin memuplikasikan lapisan bumi sampai ke Inti Bumi? Jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada penggunaan metode Seismik¬† (getaran/gelombang gempa) yang sudah lama digunakan oleh para Geofisikawan.

Metode Seismik dan Lapisan Bumi

Metode Seismik merupakan salah satu metode pengukuran Geofisika yang paling banyak digunakan oleh ahli Geofisika dalam mempelajari bumi dan mencari sumber alam (minyak bumi, gas alam dan lain-lain), walaupun sebenarnya masih banyak banyak metode geofisika lain seperti metode Geolistrik, Geomagnet, Gaya berat (graviti), EM (elektromagnetik) juga sering digunakan. Prinsip dasar Metode Seismik adalah mempelajari penjalaran gelombang seismik (gempa) dengan cara membuat sumber gelombang buatan (palu, vibrator, peledak dan lain-lain). Gelombang dari sumber buatan tersebut akan menjalar ke bawah permukaan dan responnya ditangkap di atas permukaan menggunakan Geophones (seismometer). Waktu dan pola penjalaran gelombang akan menunjukkan kondisi bawah permukaan bumi. seperti yang ditunjukkan pada gambar 1 di bawah ini. Gampar 1 merupakan proses pengukuran metode seismic bias dengan sumber getaran palu 5 Kg yang dipukulkan ke Plat (kuning) untuk memuncul sumber getaran. Gambar ini diambil ketika penulis (celana loreng coklat) dan Tim sedang mengukur seismik bias di Kajang, Malaysia.

pengukuran seismik bias

Gambar 1. Pengukuran Seismik Bias untuk keperluan dangkal (Asrillah, 2010)

Apabila kita boleh asumsikan, seorang Geofisika itu ibarat seorang “dokter bumi”. Mereka mempelajari kondisi dalam bumi dengan cara mengukur di atas permukaan bumi saja. Pengukuran yang dilakukan berdasarkan sifat fisika (fisik) bumi seperti elastisitas (metode seismik), densitas (metode Graviti), kelistrikan (metode geolistrik), susceptibilitas (metode geomagnet) dan lain-lain. Sekarang pertanyaannya, mampukan metode geofisika digunakan untuk mempelajari lapisan-lapisan bumi sampai ke inti bumi?

Data Gempa Bum Untuk Melihat Lapisan Bumi

Pengukuran seismik dengan mengandalkan sumber getaran buatan seperti palu, vibrator, peledak dan lain-lain hanya menjangkau lapisan bumi dangkal, kurang dari 1 Km. Untuk mempelajari kondisi dalam bumi sampai ke inti bumi diperlukan sumber getaran yang besar dan gempa bumi merupakan sumber getaran alami yang bisa digunakan untuk mempelajari lapisan bumi.

Ketika terjadi gempa bumi, gempa tersebut akan memancarkan gelombang badan dan gelombang permukaan. Gelombang badan yang terdiri dari gelombang primer (P) dan gelombang sekunder (S) akan menembus ke bawah permukaan bumi. Antara gelombang P dan S ada keunikan masing-masing dimana gelombang P bisa menembus lapisan padat dan cair sedangkan gelombang S hanya bisa melewati lapisan padat saja. penjalaran gelombang P dan S yang melewati lapisan bumi dapat dilihat pada gambar yang dikeluar oleh IRIS di bawah ini.

lapisan bumi

Gambar 2. Penjalaran gelombang gempa bumi melewati lapisan bumi (www.iris.edu)

Dari gelombang gempa yang menjalar melalui lapisan bumi kemudian dideteksi oleh seismometer yang dipasang di seluruh dunia. Data tersebut dianalisa sehingga didapatlah ketebalan dan sifat daripada masing-masing lapisan bumi. Seperti pada gambar 2, gelombang S dan P hanya melewati mantel bumi yang bersifat dan padat dan kenyal. Pada lapisan bumi inti luar cuma gelombang P saja yang terdetek, ini berarti lapisan bumi inti luar sifatnya cair dan gelombang S tidak bisa melewatinya. Walaupun semua hal yang terjadi di gambar 2 tidak sesimpel yang saya jelaskan namun cobalah memahami ini secara simpel.

Saat ini, diseluruh dunia sudah banyak sekali peralatan seismometer yang dipasang untuk mempelajari lapisan bumi berdasarkan gelombang gempa yang dipancarkan. Ternyata tidak selamanya gempa membawa mudarat dan ada hikmat dibalik setiap gempa bumi. Mari “sedia ilmu sebelum bencana“.

Tidak ingin ketinggalan informasi bencana alam? Setiap ada artikel baru, langsung dikirim ke email, Daftarkan E-mail anda sekarang juga disini, GRATIS....!!!

Setelah mendaftar, silahkan cek Inbox email anda dan klik link yang kami kirim untuk konfirmasi

Delivered by FeedBurner

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta dan pelajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658).

2 Responses

  1. author

    Asril...2 years ago

  2. author

    OkeZoneBlackBerry8 months ago

Leave a Reply