Melihat Penyebab Banjir Bandang Garut 2016 Berdasarkan Peta

Banjir Bandang Garut

Pada hari Selasa tanggal  20 September 2016 malam, banjir bandang terjadi di kabupaten Garut provinsi Jawa Barat. Banjir Bandang Garut ini diyakini sebagai banjir bandang terparah dalam tahun ini karena menelan korban lebih dari  22 orang di satu desa.

Seperti apa topografi kawasan terjadinya bencana alam banjir bandang kalau kita lihat dari udara? Dari DAS (daerah aliran sungai) mana saja sumber air banjir bandang tersebut?,berikut sedikit penjelasan dari saya.

Topografi Kawasan Garut

Kawasan Garut di dominasi oleh kawasan perbukitan dan pergunungan. Seperti apa kondisi topografi kabupaten Garut, dapat dilihat pada peta di bawah ini.

Pada peta dapat dilihat batas Kabupaten Garut yang ditandai dengan garis warna merah. Tanda bintang berwarna biru adalah lokasi terjadinya banjir bandang dengan korban paling banyak sampai dengan tulisan ini saya terbitkan.

Kota Garut terletak sangat dekat lokasi kejadian banjir bandang tahun 2016 ini dan beberapa bagian dari kota Garut terdampak banjir bandang. Pada peta, letak kota Garut ditandai dengan tulisan Garut di bagian tenggara tanda bindang.

Banjir Bandang Garut

Topografi kawasan Kabupaten Garut (Terrain dari Google Map)

Sampai dengan tulisan ini saya tulis, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul paling parah terkenak dampak banjir bandang tersebut.

Banjir Bandang di Desa Haurpanggung

Sampai dengan hari ini tanggal 22 Sept 2016, telah ditemukan sebanyak 22 orang meninggal dunia di Desa Haurpanggung. Mengapa desa tersebut memiliki dampak banjir bandang yang sangat besar?.

Apabila coba kita analisa menggunakan peta dari Google Map, Desa Haurpanggung terletak di pinggir sungai, pada peta di bawah ini ditandai dengan poligon berwarna merah transparan. Selain sungai utama, beberapa anak sungai dari berasal dari Gunung Galunggung dengan Sub-DAS yang berbeda ternyata bermuara juga ke Desa Haurpanggung.

Setidaknya ada 3 anak sungai dari Gunung Galunggung yang outlet-nya atau muaranya ke sungai utama yang terletak di Desa Haurpanggung. Bisa dibayangkan berapa banyak debit air yang menuju ke Desa Haurpanggung ketika hujan terjadi secara merata di garut dan deras. Oleh karena itu, maka wajar apabila desa tersebut mengalami dampak yang sangat parah.

Penyebab banjir bandang

Lokasi Desa Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut yang terdampak parah dengan korban jiwa terbanyak sampai dengan 22 Sept 2016

Selain Desa Haurpanggung, kota Garut juga berdampak banjir bandang dari Sungai utama (Sungai Cimanuk). Apabila di perhatikan tanda panah yang bertuliskan Sungai Utama di peta di atas, kawasan yang saya tunjukkan sebagai sungai utama juga merupakan Meander Sungai. Meander sungai merupakan badan sungai yang berbelok-belok secara teratur dengan arah belokan mencapai setengah lingkaran.

Apabila debit air melebihi dari muatan sungai maka air sungai akan meluap dan bergerak lurus dan tidak melalui meander sungai lagi sehingga beberapa bagian kota Garut seperti di Jalan Bank akan berdampak dari banjir bandang tersebut.

Dengan melihat morfologi dan topografi suatu kawasan, semoga ke depan kita makin mampu melakukan upaya mitigasi banjir bandang dan meminimalisir korban jiwa dan harta benda. Kondisi morfologi, bentuk aliran sungai pada kejadian Banjir Bandang kali ini harus menjadi  pelajaran bagi kita semua.

Semoga artikel tentang Penyebab Banjir Bandang Garut 2016 ini bermanfaat dan menambah ilmu bencana alam bagi kita semua. Kita semua harus siap karena bencana alam di Indonesia dan juga negera lagin bisa terjadi kapan saja..

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.