Mengenal Batas Lempeng dan Pergerakannya

Batas Lempeng – Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang tektonik lempeng, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan artikel tentang seperti apa batas lempeng bumi dan seperti apa interaksinya. Berdasarkan Teori Tektonik Lempeng, batas-batas antar lempeng dibagi kepada 3 macam. Yang pertama saling mendekat (konvergen), saling menjauh (divergen) dan saling berpa-pasan (tranform). Interaksi ketiga lempeng tersebut menghasilkan berbagai macam bentuk permukaan bumi.

Satu hal yang perlu diingat bahwa yang bergerak itu bukan kerak saja melainkan lapisan litosfer seperti yang dijelaskan dalam artikel Fenomena Slab Pull

Batas Lempeng Divergen

Batas lempeng divergen atau lempeng yang saling menjauh merupakan rekahan yang sangat besar dimana kedua arah lempeng saling bergerak menjauh. Batas divergen ini banyak terdapat di samudra dan terbentuk pematang tengah samudra sehingga dinamakan MidOcean Ridge (MOR). MOR ini salah satunya terbentuk di tengah-tengah Samudra Atlantik sehingga benua Amerika dan Afrika terus menjauh sampai dengan sekarang.

Selain ditemukan di tengah-tengah samudra, batas lempeng divergen juga dijumpai di benua seperti Rift Valley yang ditemukan di Afrika Timur di Kenya. Rift Valley tersebut sampai sekarang terus bergerak saling menjauh sehingga lama-lama Afrika akan terbelah dua. Perlu diingat bahwa, pergerakan lempeng saling menjauh ini sangat lambat sekali atau dalam hitungan beberapa cm/tahun. Suatu saat nanti atau sekitar sejuta tahun dari sekarang, kawasan Rift Valley tersebut akan dimasuki jadi lautan yang nyambung dengan laut merah.

batas lempeng

Zona pemekaran samudra (batas divergen) dan zona subduksi (konvergen) yang menjadi sumber gempa bumi dan pembentukan gunung api (sumber: Thompson & Turk, 1997)

Batas Lempeng Konvergen

Batas lempeng konvergen terjadi dimana ada dua buah lempeng yang saling bertabrakan satu sama lain. Pertemuan lempeng secara konvergen ada tidak jenis:

  1. Konvergen antara lempeng benua dengan lempeng samudra; pertemuan lempeng seperti ini akan menghasilkan zona subduksi dimana lempeng samudra masuk ke bawah lempeng benua. Bencana gempa bumi banyak terjadi di zona ini.
  2. Konvergen antara lempeng benua dengan lempeng benua; pertemuan lempeng benua dengan benua akan menghasilan deretan pergunungan tinggi seperti pertemuan antara lempeng benua India dengan lempeng benua Eurasia yang membentuk pergunungan Himalaya. Gempa Nepal yang terjadi tahun 2015 di zona pertemua lempeng ini.
  3. Konvergen antara lempeng samudra dengan lempeng samudra; pertemuan lempeng samudra dengan samudra akan membentuk seperti zona subduksi dimana salah satu lempeng akan menyusup ke bawah lainnya.

Batas Lempeng Transform

Batas lempeng berpas-pasan ini terbentuk disepanjang zona pemekaran samudra, di kerak samudra dan kerak benua. Terbentuknnya batas lempeng ini seperti diilustrasikan oleh gambar di bawah ini.

Batas lempeng yang berpas-pasan di zona pemekaran samudra di samudra Atlantik (sumber: http://www.geo.cornell.edu/hawaii/220/PRI/PRI_PT_transform.html)

Batas lempeng yang berpas-pasan di zona pemekaran samudra di samudra Atlantik (sumber: http://www.geo.cornell.edu/hawaii/220/PRI/PRI_PT_transform.html)

Semoga artikel tentang batas Lempeng bumi ini menambah ilmu pengetahuan pembaca blog Melek Bencana. Ayo sebarkan artikel ini ke kawan-kawan biar makin banyak yang tahu.

Sumber Bacaan:

  • B., (2001). Geology (A Self-Teaching Guide), Jhon Wiley & Sons, Inc. Canada.
  • Thompson, G.R., dan Turk, J., 1997,  Introduction to Physical Geology, Brooks Cole
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.