Sejarah & Sumber Bencana Alam Tsunami di Indonesia

tsunamiBencana alam tsunami di Indonesia sudah pernah terjadi 184 kali sejak tahun 1600 – 2007.  Penyebab tsunami Indonesia adalah gempa bumi di laut, letusan gunung api, tanah longsor di laut dan belum tercatat karena jauhnya meteor di laut. Salah satu kejadian bencana alam tsunami yang akibatkan oleh gempa bumi bawah laut adalah bencana alam tsunami Aceh 2004. Seperti tulisan saya sebelumnya, saya selalu mengatakan bahwa bencana alam tsunami Aceh 2004 tersebut bukanlah yang pertama namun yang kesekian kali terjadi di Indonesia.

Apakah Tsunami Hanya Terjadi di Aceh?

 

Sejarah mencatat bahwa negera kita memiliki sejarah panjang bencana alam tsunami. dari tahun 1600 sampai tahun 2007 saja telah terjadi ratusan bencana tsunam di Indonesia.

Sejarah Bencana Alam Tsunami

Sejak tahun 1600 sampai dengan tahun 2007, Indonesia telah mengalami 184 tsunami besar. Apabila kita melihat sumber penyebab kejadi tsunami tersebut, hampir 90% kejadiannya disebabkan oleh gempa bumi di laut, 9% diakibatkan oleh letusan gunung api dan 1% karena tanah longsor bawah laut (Latief, DKK, 2000).

Mungkin kita sudah tahu semua bahwa Kejadian tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung api pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1883 karena letusan gunung api Krakatau tapi tahukan anda bahwa kejadian tsunami karena tanah longsor di laut juga pernah terjadi pada tahun 1979 di kepulauan Lomblen Nusa Tenggara Timur.

Pada Gambar di bawah ini ditunjukkan beberapa kejadian gempa bumi yang menyebabkan tsunami semenjak tahun 1976 sampai dengan tahun 2007.

Sumber Tsunami Indonesia

Peta Kejadian bencana alam Gempa dan Tsunami di Indonesia sejak tahun 1976 sampai dengan 2007 (Puspito, N.T, 2008)

Dikarenakan 90% kejadian tsunami di Indonesia disebabkan oleh gempa bumi, maka saya menampilkan gambar di atas yang menunjukkan kejadian bencana alam tsunami dengan berbagai mekanisme sumber gempa bumi. Berdasarkan mekanisme sumber tersebut, 75% kejadian tsunami disebabkan oleh gempa bumi karena sumber gempanya berupa sesar naik, 20% karena sesar geser, dan 5% karena sesar normal (Puspito, N.T, 2008).

Contoh kejadian tsunami akibat sesar naik pada abad ke-21 yang paling fenomenal dan mengejutkan semua orang adalah tsunami Aceh 2004.

Note: Sejarah kejadian bencana alam tsunami dan bencana alam gempa bumi masa lalu di Aceh, pembaca bisa baca artikel “Paleo Tsunami di Simeulu” dan “Menelusuri Paleo Seismik di Sumatra

Dari sejarah kejadian bencana alam tsunami di Indonesia, kejadian tsunami biasanya pada kedalaman sumber gempa yang beragam. 86% kejadian tsunami diakibatkan oleh gempa bumi pada kedalaman kurang 60 Km dengan perincian 46% pada kedalaman 20-40 km, 24% pada kedalaman 0-20 Km dan 16% pada kedalaman 41-60 Km. 9% kejadian tsunami pada kedalaman gempa bumi 60-80 Km dan 5% pada kedalaman 81-100 Km (Puspito, N.T, 2008). Jadi apabila kawan-kawan sering bahwa gempa bumi lebih lebih dangkal dari 30 km bisa menyebabkan tsunami, ya memang dari sejarah kejadian tsunami menunjukkan seperti itu.

Dimana Saja Sumber Bencana Alam Tsunami?

Dikarenakan sebagian besar kejadian tsunami di Indonesia disebabkan oleh gempa bumi di laut, Pak Hamzah Latief dari ITB dan kawan-kawan membagi sumber tsunami di Indonesia menjadi 6 zona diantaranya; zona subduksi Sunda, busur belakang zona subduksi Sunda, zona subduksi Banda, Zona tabrakan Laut Maluku, zona subduksi Caroline of Pasific, dan zona subduksi Filipina. Ke-enam zona ini merupakan zona yang dulu pernah terjadi tsunami dan berpotensi akan terjadi di masa yang akan datang.

Berdasarkan zona kejadiannya, 67% tsunami terjadi di bagian Timur Indonesia dimana kondisi tektoniknya lebih komplek. Berdasarkan magnitudo, 97% tsunami disebabkan oleh gempa bumi dengan magnitudo lebih besar dari 6 Mw (Puspito, N.T, 2008).

sumber tsunami indonesia

Enam Zona potensi sumber tsunami di Indonesia (Puspito, N.T, 2008)

Semoga dengan mengetahui sejarah dan sumber tsunami di Indonesia dan bisa menambah pengetahuan anda tentang Bencana Alam.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.