Sekolah Siaga Bencana: Nilai, Prinsip, Dan Strategi Dasar #2

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Sekolah Siaga Bencana: Nilai, Prinsip dan Strategis Dasar #1 yang belum rampung. Pada artikel kedua ini, saya akan sedikit membahas tentang strategis dasar sekolah siaga bencana sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 4 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Dari Bencana.

Menurut peraturan tersebut, ada 3 (tiga) tema utama yang menjadi strategi dasar dalam membangun sekolah siaga bencana, antara lain lain:

  1. Sinkronisasi Kebijakan; Ini merupakan strategi pertama yang harus dilakukan dalam tahapan membentuk sekolah siaga bencana. Semua kebijakan dan regulasi yang sudah ada harus menjadi pedoman dasar untuk membentuk kebijakan baru di sekolah supaya terwujudnya sekolah siaga bencana. Dalam membuat kebijakan baru, pihak sekolah tentu harus menjunjung tinggi nilai dan prinsip dasar sekolah siaga bencana seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya. Kebijakan lain yang bisa dibuat oleh pihak sekolah adalah membuat protap (prosedur tetap) dalam menghadapi bencana dan membuat pedoman tugas masing-masing unsur sekolah ketika bencana terjadi serta menyiapkan dana/anggara supaya kegiatan sekolah siaga bencana dan upaya pengurangan risiko bencana bisa berjalan dengan sukses.

    Saya rasa dana BOS bisa digunakan untuk menyukseskan sekolah siaga bencana

  2. Peningkatan Partisipasi Publik dan Anak; Beberapa kebijakan sekolah siaga bencana yang dibuat oleh pihak sekolah secara otomatis akan melibatkan banyak pihak. Contoh yang paling sederhana adalah ketika pihak sekolah membuat sebuah kebijakan untuk melakukan evakuasi ke tempat A. Otomatis pihak sekolah harus melakukan koordinasi dan melibatkan masyarakat sekitar dan wali murid. Terlibatnya masyarakat sekitar akan memudahkan koordinasi ketika melakukan evakuasi. Terlibatnya wali murid akan menghasilkan kesepakatan bersama tentang tempat evakuasi dan apabila terjadi bencana, wali murid akan langsung menjemput anaknya ke tempat A. Selain itu, dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sekolah siaga bencana di dalam sekolah, murid harus menjadi prioritas utama sehingga mau tidak mau mereka harus dilibatkan dengan aktif.
  3. Pelembagaan; Dalam strategi yang ke-tiga ini, pihak sekolah harus membentuk beberapa lembaga atau organisasi terkait sekolah siaga bencana. Selain organisasi di pihak siswa, organisasi antar dewan dan sekolah bisa menjadi pertimbangan untuk dibentuk.

Semoga artikel artikel Sekolah Siaga Bencana: Nilai, Prinsip dan Strategi Dasar #2 yang berujuk pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 4 Tahun 2012 ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang sekolah siaga bencana.

Salam Siaga Dari Aceh,

Wassalam,

Ibnu Rusydy

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.