BERITA BENCANA| Standar Internasional EWS Longsor

Pada tanggal 3 Maret 2016, perwakilan dari Indonesia mengajukan proposal tentang ISO LEWS (Landslide Early Warning System) atau standar international untuk sistem peringatan dini longsor yang bertempat di Uji Campus, Universitas Kyoto, Jepang. Kehadiran pihak Indonesia di acara International Consortium on Landslides (ICL) Symposium Kyoto yang berlangsung pada 9 – 11 Maret 2016.

International Consortium on Landslides (ICL) terdiri dari 80 anggota yang tersebar di 50 negara. ICL tersebut merupakan program dari United Nation International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) UNESCO khusus untuk pengurangan risiko bencan tanah longsor. Sejak tahun 2011, UN-ISDR telah menetapkan UGS sebagai salah satu World Center of Excellence on Landslide Disaster Reduction.

Prof. Dwikorita Karnawati dan Dr. Teuku Faisal Fathani yang hadir pada pada ICL tersebut memaparkan tentang upaya UGM Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengajukan proposal ISO tentang Sistem Peringatan Dini Bencana Gerakan Tanah. Penerapan sistem peringatan dini sesuai dengan Kerangka Aksi Sendai 2015-2030 prioritas ke-empat.

Dalam prioritas ke-empat Kerangka Aksi Sendai ditekankan peningkatan kesiapsiagaan untuk dapat merespon bencana secara efektif, yaitu dengan menerapkan sistem peringatan dini sederhana berbiaya murah dan meningkatkan penyebarluasan informasi peringatan dini bencana alam di tingkat lokal dan nasional. Menurut UNISDR (2006) suatu sistem peringatan dini berbasis masyarakat yang lengkap dan efektif terdiri atas empat unsur kunci yang saling terkait, mulai dari;

  1. Pengetahuan tentang risiko,
  2. Pemantauan dan layanan peringatan,
  3. Penyebarluasan dan komunikasi,
  4. Kemampuan merespons.

Proposal dari UGM-BSN-BNPB ditanggapi positif oleh anggota ICL, UN-ISDR, dan UNESCO. Selanjutnya ICL memberikan komitmen untuk mengawal proses pengajuan ISO Sistem Peringatan Dini Gerakan Tanah yang akan menjalani proses di lembaga ISO selama 36 bulan ke depan.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.