Status Gunung Api Sinabung Tanggal 1 Februari 2014

sinabungSetelah sekian lama erupsi, kemarin tanggal 1 Februari 2014 Gunung Api Sinabung kembali mengalami erupsi hebat dengan mengeluarkan abu vulkanik dan awan panas. Erupsi hebat kali ini berbeda dengan biasanya karena ada masyarakat yang menjadi korban. Masyarakat yang menjadi korban adalah para petani yang kembali ke ladang mereka dan beberapa orang lain yang seharusnya tidak berada pada zona bahaya gunung api Sinabung. Pada awal-awal letusan Gunung api Sinabung beberapa bulan yang lalu, pemerintah yang sudah menetapkan kawasan yang aman dan kawasan bahaya. Seandainya kita semua mau mematuhi yang telah ditetapkan tentu tidak ada korban jiwa dalam letusan erupsi hebat Sinabung kemarin (01 Februari 2014). Berikut ini laposan gunung api Sinabung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pertanggal 1 Februari 2014 dan Rekomendasi yang sudah dikeluarkan pada tanggal 10-17 Januari 2014 lalu.

Visual dan Kegempaan Sinabung

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi. Cuaca cerah-berawan, angin perlahan ke arah Selatan-Tenggara. Teramati tinggi kolom erupsi 2.000 meter, luncuran awan panas 2.000-4.500 meter ke arah Selatan-Tenggara, dan terdengar suara gemuruh sampai Pos PGA (8,5 Km dari G. Sinabung). SEISMISITAS:

  • 4 x Erupsi; lama erupsi 66-474 dtk.
  • 6 x gempa vulkanik dalam;
  • 2 x gempa frekwensi rendah;
  • 42 x gempa Hybrid;
  • 130 x gempa Guguran;
  • Tremor menerus, amplituda maksimum 15 mm.

Catatan kejadian 3 erupsi adalah pkl 07:03, 10:30 (Awan panas mencapai 4.5 km, menyebabkan korban) dan 11:27. (awanpanas mencapai 3 km dr puncak) WIB.

Info sementara dari Camat Payung: ada 3 org di rumasakit, 1 org sukameriah, 2 org gurki, dan 4 org meninggal yg datang ziarah ke Desa Sukameriah (jarak kurang dr 3 km dr Puncak G Sinabung) dan saat ini tim evakuasi belum berani menuju ke lokasi.
Data: PVMBG dan Camat Payung. Dalam status Awas Gunung Api Sinabung direkomendasikan, agar tdk ada aktivitas masyarakat dlm radius 5 km dr puncak Sinabung.

Rekomentasi Dari Pemerintah

Pemerintah kita melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, sudah mengeluarkan beberapa rekomendasi atau arahan kepada masyarakat. Berikut ini rekomendasi yang dikeluarkan pemerintah pertanggal 10 – 17 Januari 2014 atau beberapa hari yang lalu.

  1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas pada radius 5 km dari Kawah Sinabung. Masyarakat di 17 Desa dan 2 Dusun yang tersebar dalam 4 Kecamatan yaitu : Kecamatan Tiga Nderket (Desa Mardinding, Desa Kuta Mbaru, Desa Temberun, Desa Tiga Nderket, Desa Perbaji); Kecamatan Payung (Desa Selandi, Desa Sukameriah, Guru Kinayan); Kecamatan Simpang Empat (Desa Berastepu dan Dusun Sibintun serta Desa Gamber); Kecamatan Naman Teran (Desa Bekerah,  Desa Simacem,  Desa Sukanalu, Desa Kuta Tonggal, Desa Sigarang-garang, Desa Kuta Rakyat,  serta Desa Kuta Gugung dan Dusun Lau Kawar) agar diungsikan.
  2. Masyarakat Kecamatan Naman Teran (Desa Kebayaken, Desa Naman dan Desa Kutambelin), yang terletak di timur laut dan berada di luar radius 5 km berpotensi terkena material jatuhan letusan. Desa Kuto Tengah, Desa Pintubesi, dan Desa Jeraya (Kecamatan Simpang Empat), yang terletak pada arah Tenggara bukaan kawah, dan berada di luar radius 5 km dari puncak berpotensi terkena awanpanas. Ke enam desa tersebut agar diungsikan.
  3. Jika terjadi hujan abu, masyarakat untuk diam di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan memakai masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata.
  4. Bagi atap rumah masyarakat yang terkena dampak dari hujan abu vulkanik tebal, agar segera membersihkan atap bangunan, untuk mencegah robohnya atap  karena beban berat.
  5. Masyarakat yang terganggu akibat hujan abu vulkanik lebat terutama anak – anak dan masyarakat rentan lainnya di sekitar G. Sinabung, dapat diungsikan sementara hingga hujan abu lebat mereda.
  6. Sehubungan dengan meningkatnya intensitas curah hujan, maka masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.
  7. Masyarakat agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Karo/ Muspida Karo yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas G. Sinabung.
  8. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunung api Sinabung di Jl. Kiras Bangun, Gg Kayu Bakar, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo selalu berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten / Muspida Karo, BPBD Provinsi dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Sinabung.
  9. Badan Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi dan Satlak PB Kabupaten Karo dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Sinabung.

Semoga saudara kita di sekitar Gunung Api Sinabung diberikan kekuatan dalam menghadapi bencana alam gunung api ini. Yakinlah bahwa setiap bencana alam datang, akan menjadikan masyarakat yang tangguh dan memahami fenomena alam serta tahu di kondisi alam seperti apa kita hidup. Mari belajar dari alam dan bersahabat dengan bencana alam.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.