Sumber Bencana Alam Gempa Bumi Tangse (22 Oktober 2013)

jenis2 sesarMembahas Sumber Bencana Alam Gempa Bumi di Sumatra tidak pernah ada habisnya. Kondisi geologi yang komplek membuat Sumatra berada di jalur  dengan 3 sumber gempa bumi. Pada tanggal 22 Oktober 2013 pukul 12:40 wib kemaren, Kec. Tangse Kab. Pidie Prov. Aceh, kembali dikejutkan dengan bencana alam gempa bumi yang menurut USGS memiliki magnitudo 5,5 Mw (moment magnitude), kedalaman sumber gempa bumi 18 Km. Bencana Alam gempa bumi tersebut telah merusak sejumlah rumah dan melukai beberapa orang serta menewaskan 1 orang. Berdasarkan posisi episenter, Bencana alam gempa bumi Tangse ini bersumber dari di Patahan Sumatra Segmen Aceh. 

Untuk memahami lebih detail tentang patahan-patahan yang berada di Aceh, saya menyarankan untuk membaca artikel “Melihat Kembali Patahan Yang Berada di Aceh“.

Mekanisme Sumber Bencana Alam Gempa Bumi Tangse

Bencana alam Gempa bumi Tangse yang terjadi kemaren merupakan bencana alam gempa bumi darat yang terjadi di patahan Sumatra. Gempa bumi darat yang terjadi di patahan Sumatra di kawasan tengah Kab. Pidie bukanlah gempa bumi darat pertama. Pada tanggal 22 Januari 2013, gempa bumi dengan magnitudo 6 Mw dan 4,7 Mw juga terjadi di antara Kecamatan Geumpang dan Kecamatan Mane Kab. Pidie Provinsi Aceh. Bencana Alam Gempa Bumi Mane-Geumpang tersebut juga terjadi di patahan Sumatra dengan mekanisme sumber sesar geser-kanan.

CMT gempa bumi

Mekanisme Fokal Sumber Gempa Bumi 22 Oktober 2013 (Sumber; USGS)

Apa yang terjadi kemaren (22 Oktober 2013) merupakan bencana alam gempa bumi darat yang memiliki mekanisme sumber gempa bumi yang sama yaitu sesar geser-kanan atau sama dengan gempa Januari 2013. Namun…. Walaupun sama-sama sesar geser-kanan, ternyata gempa bumi Januari 2013 memiliki arah kemiringan bidang (dip direction) yang berbeda dengan gempa kemaren. Gempa Bumi 22 Januari 2013 memiliki jurus (strike) patahan 308o (Baratlaut) atau arah kemiringan bidangnya ke Timurlaut dan kemiringan bidang patahan (dip angle) 75o di kedalaman 10 Km. Sedangkan gempa bumi 22 Oktober 2013 kemaren, memiliki sumber patahan dengan arah jurus 129° (Tenggara) atau arah kemiringan bidang patahan ke Baratdaya dan kemiringan bidang patahan 79° di kedalaman 18 Km (Sumber: USGS). Ilustrasi arah kemiringan sumber gempa oktober 2013 dapat dilihat pada gambar di bawah.

Dari segi episenter, bencana alam gempa bumi Januari 2013 terjadi di Kec. Geumpang-Mane dan gempa  bumi oktober 2013 sudah terjadi di Kec. Tangse, atau dengan kata lain kejadianya mengarah atau naik ke bagian atas. Dari sisi Hiposenter atau fokus, kedua gempa tersebut memiliki kedalaman yang berbeda, yang Januari 2013 kedalamannya 10 km dan yang oktober 2013 kedalamannya 18 Km. Kedalaman yang berbeda memiliki arah kemiringan bidang yang berbeda pula seperti yang saya jelaskan di atas. Dari perbedaan arah kemiringan ini sebenarnya kita sudah bisa memahami atau menduga-duga struktur sesar sumatra segmen Aceh.

Struktur sesar sumatra

Sumber Gempa Bumi Tangse 22 Oktober 2013 dan arah kemiringan sesar Sumatra berdasarkan analisa mekanisme fokal

Pada gambar di atas, saya coba ilustrasi sumber bencana alam gempa bumi yang terjadi pada tanggal 22 Oktober 2013 kemaren. Gambar sebelah kiri menunjukkan garis patahan segmen Seulimum dan segmen Aceh tampak dari atas. Apabila coba saya buatkan cross section garis A ke B di garis sesar, maka hasil cross section tersebut seperti gambar sebelah kanan. Pengambaran ilustrasi struktur sesar sumatra segmen Aceh di atas adalah dugaan awal dengan asumsi bahwa antara gempa Januari dengan oktober berada pada jalur patahan yang sama sehingga saya bisa mengatakan bahwa sesar sumatra segmen Aceh di kawasan Geumpang-Mane-Tangse pada kedalaman sekitar 0-10 Km memiliki arah kemiringan patahan ke Timurlaut dan pada kedalaman sekitar 10-20 km memiliki arah kemiringan patahan ke Baratdaya seperti gambar di atas. Analisa awal yang sederhana ini berdasarkan perbedaan arah kemiringan patahan, dimana gempa bumi Januari 2013 kedalamannya 10 km berarah Timurlaut dan gempa bumi Oktorber 2013 di kedalaman 18 km berarah Baratdaya.

Untuk membuktikan apakah struktur patahan Sumatra tersebut betul-betul seperti yang saya gambarkan di atas, haruslah dilakukan pengukuran menggunakan teknologi geofisika seperti pernah saya jelaskan pada artikel “mengukur kedalaman patahan Sumatra“. Pembuktian lain juga bisa dilakukan memplotkan mekanisme fokal gempa bumi susulan yang terjadi pada kawasan tersebut.

Upaya Pengurangan Risiko Bencana Alam

Kegiatan pengurangan risiko bencana dalam ilmu managemen bencana dilaksanakan sebelum terjadinya bencana alam. Kegiatan tersebut dilakukan dalam upaya mengurangi risiko dengan cara menguatkan kapasitas masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Walaupun sudah terkesan telat, namun untuk mengurangi risiko bencana-bencana alam lain di masa depan, maka program-program berikut bisa dilakukan:

  • Membentuk Kota Tangguh, apa saja yang dilakukan oleh Pemda Kab. Pidie Prov. Aceh dan Pemda/Pemkot lain di Indonesia untuk menjadikan Kota/Kabupaten atau Kecamatan yang tangguh, silahkan baca “10 Kiat Menjadi Kota yang Tangguh Bencana Alam”. Kalau masih pening dengan tulisan tersebut, saya sebagai putra Pidie siap membantu…….:)
  • Membentuk Desa Siaga Bencana, Penjelasannya baca “Siaga Bencana di Mulai Dari Desa
  • Membentuk Sekolah Siaga Bencaa, Penjelasannya baca “PRB di Sekolah
  • Memetakan kawasan rawan bencana sehingga kita tidak lagi membangun rumah, bangunan publik di kawasan yang rawan bencana, kalaupun tetap harus bangun disitu, ya dibangun dengan bangunan yang tahan gempa dengan standar SNI terbaru.

Ingat, tidak ada gempa bumi yang membunuh, yang membunuh adalah reruntuhan bangunan, kaca, tumbangnya pohon, tiang listrik, dll.

  • Melakukan simulasi-simulasi tahunan sehingga masyarakat terbiasa dalam menghadapi bencana.

Semoga tulisan tentang Sumber Bencana Alam Gempa Bumi Tangse ini bermanfaat dan bisa menambah ilmu dalam memahami sumber Bencana Alam gempa bumi bagi pembaca setia blog Melek Bencana.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.

5 Responses

  1. author

    Irwan Greataceh4 years ago

  2. author
    Author

    Ibnu Rusydy4 years ago

  3. author

    Nasruddin4 years ago

  4. author

    Rahmadi Nafi4 years ago

  5. author
    Author

    Ibnu Rusydy4 years ago

Leave a Reply