18+ Cara Membuat Rumah Tahan Gempa Bumi

No comment 4157 views

struktur rumah tahan gempaTinggal di negara yang rawan gempa bumi, membuat kita harus selalu waspada dan siaga dalam menghadapi bencana tersebut.

Salah satu bentuk kesiagaan kita adalah dengan cara membuat bangunan rumah yang tahan terhadap gempa bumi.

Walau saya sendiri bukan ahli struktur bangunan tahan gempa, namun pada kesempatan kali ini saya mencoba membaca beberapa literatur yang menjelaskan tentang cara membuat rumah tahan gempa, dan menjelaskan kembali untuk anda.

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) pernah mengeluarkan sebuah buku saku tentang cara membuat rumah tahan gempa.

Buku saku tersebut diberi judul “Persyaratan Pokok Rumah yang Lebih Aman“. Silahkan klik judul untuk mendownloadnya.

Selain JICA dan PU, ada beberapa lembaga lain yang juga mengeluarkan pedoman cara membuat rumah tahan gempa.

Berikut ini, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk membuat rumah tahan gempa.

Kondisi Tanah

Efek Amplifikasi dan pembantulan gelombang gempa (sumber: http://poetrafic.wordpress.com)

Sebelum membangun rumah tahan gempa, hal yang pertama sekali yang harus dicek adalah kondisi tanah setempat.

  • Efek Amplifikasi

Kondisi tanah lunak akan memberikan goncangan gempa bumi yang lebih kuat dibandingkan dengan kondisi tanah yang keras, walaupun kedua tempat tersebut memiliki jarak yang sama ke episenter gempa bumi.

Penguatan goncangan tanah ini dalam istilah seismologi dinamakan efek Amplifikasi.

Baca: Mengungkap Fakta Kerusakan Yang Disebabkan Gempa Bumi-1

  • Dampak Likuifaksi

Selain kondisi tanah (sangat lunak, lunak, atau keras), komposisi tanah dan tinggi muka air tanah juga perlu dilihat.

Komposisi tanah yang terdiri dari pasir atau pasir berlanau dan tinggi muka air tanah yang dangkal akan sangat rentan terhadap dampak Likuifaksi.

Baca: Mengungkap Fakta Kerusakan Yang Disebabkan Gempa Bumi-2

Makanya, sebelum membangunan rumah, pastikan kondisi tanah di tempat anda keras, dan komposisinya tidak terdiri dari pasir atau pasir berlanau dan air tanah yang dalam.

Apabila anda menemukan kondisi seperti di atas, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli struktur bangunan untuk merekayasa fondasi rumah anda.

Bahan Bangunan Tahan Gempa

Bahan bangunan memiliki pengaruh yang sangat besar pada kualitas bangunan. Berikut ini perincian bahannya;

  • Campuran Beton

    • Perbandingan materialnya: 1 semen + 2 pasir + 3 kerikil + 1/2 Air.
    • Ukuran kerikil juga harus diperhatikan. Kerikil yang baik memiliki ukuran maksimum 2 milimeter, dengan gradasi yang baik.
    • Pastikan pasir dan kerikil dalam kondisi bersih dan tidak ada campuran tanah dan debu.
    • Gunakan Semen Tipe I
  • Campuran Mortal (pengikat batu bata)

    • Perbandingan materialnya: 1 semen + 4 pasir + air secukupnya
  • Kayu

    • Berkualitas baik
    • Keras, Kering, lurus dan tidak retak.
    • Berwarna gelap atau bukan kayu muda
Bahan Bangunan

Komposisi bahan bangunan rumah tahan gempa (Sumber: PU dan JICA)

Struktur Utama Rumah Tahan Gempa

Struktur utama rumah sangat mendukung kekuatan rumah terhadap gempa bumi. Berikut ini ada beberapa cara membuat struktur utama rumah tahan gempa:

Struktur utama rumah tahan gempa bumi (Sumber: PU dan JICA)

  • Fondasi Rumah Tahan Gempa

    • Jika tanah cukup keras, ukuran: 60 cm x 60 cm x 30 cm.
    • Material: gunakan batu kali atau batu gunung yang keras.
  • Dinding

    • Dinding menggunakan pasangan batu bata dengan tebal siar 1,5 cm.
    • Campuran plaster dinding: 1 semen + 4 pasir.
    • Tebal plaster: 2 cm.
    • Jarak maksimal antar kolom 3 meter dan luas maksimal 9 m2.
  • Beton Bertulang

    • Tulangan Utama memiliki diameter 10 mm dan 8 mm untuk Begel.
    • Jarak antar Begel maksimal 15 cm.
    • Tebal selimut beton untuk kolom dan balok pengikat 1,5 cm, sedangkan untuk balok keliling/ring dan bingkai amping 1 cm.
  • Atap Kayu Bangunan Tahan Gempa

    • Kuda-kuda memiliki dimensi 12 x 8 cm.
    • Gordin memiliki dimensi 12 x 6 cm.
struktur utama rumah tahan gempa

Struktur utama atap rumah tahan gempa bumi (Sumber: PU dan JICA)

Ikatan Antar Struktur Utama

Setelah semua struktur utama mengikuti kaidah bangunan rumah tahan gempa, tahap selanjutnya adalah membuat ikatan antar struktur tersebut.

Ikatan Antar Struktur Utama

Cara mengikat antar struktur utama bangunan tahan gempa (Sumber: PU dan JICA)

  • Ikatan Fondasi dgn Balok Pengikat (Sloof)

    • Memasang besi pengikat antara Fondasi dengan Balok menggunakan Angkur besi diameter 10 mm
    • Jarak antar antar Angkur 1 meter.
  • Ikatan Balok Pengikat dgn Kolom (Tiang)

    • Tulangan kolom dilewatkan ke Balok Pengikat dengan panjang lewatan minimal 40 D (40 cm).
  • Ikatan Kolom dgn Dinding

    • Memasang Angkur besi diameter 10 mm dengan panjang lebih panjang atau sama dengan 40 cm.
    • Angkur besi dipasang setiap tinggi 6 lapis baja.
  • Ikatan Kolom dgn Balok Keliling (Ring)

    • Tulangan kolom dilewatkan ke balok ring dengan panjang lewatan minimal 40 D (40 cm)
  • Ikatan Balok Keliling dgn Atap

    • Pengikatan kuda-kuda pada balok keliling/ ring
    • Angkur menggunakan besi diameter 10 mm yang ditanam kedalam balok keliling/ ring
  • Ikatan Gunung-Gunung (Amping) dgn Kolom

    • Memasang angkur bata pada gunung – gunung.
    • Angkur besi minimum 10 mm Sepanjang 40 cm, setiap 6 lapis bata
  • Ikatan Angin

    • Ikatan Angin dihubungan dengan Kolom dan juga kuda-kuda.
Ikatan Antar Struktur Utama

Ikatan antara Amping dengan Kolom dan Ikatan Angin (Sumber: PU dan JICA)

Pengecoran Beton Rumah Tahan Gempa

Cara pengecoran beton termasuk pengecoran Balok dan Kolom juga menentukan kekuatan rumah tahan gempa.

Pengecoran Beton tahan gempa

Cara pengecoran Beton rumah tahan gempa

  • Pengecoran Kolom

    • Pastikan cetakan rapat dan kuat/kokoh.
    • Pengecoran kolom dilakukan secara bertahap setiap 1 m
    • Pada saat pengecoran beton dirojok dengan besi tulangan atau bambu agar tidak ada yang keropos.
    • Pelepasan bekisting minimal 3 hari setelah pengecoran
  • Pengecoran Balok

    • Tulangan dirangkai diatas dinding.
    • Cetakan pada balok gantung harus diberi penyangga.
    • Cetakan dapat dilepas setelah 3 hari untuk balok yang menumpu di dinding), dan 14 hari untuk balok gantung.

Untuk lebih detail, silahkan lihat video di bawah ini.

Jalur Evakuasi Dari Rumah

Walaupun rumah yang kita bangun sudah mengikuti kaidah rumah tahan gempa, jalur evakuasi di dalam rumah juga harus ditentukan.

Untuk memudahkan jalur evakuasi, lokasi-lokasi pintu perlu dipertimbangkan supaya mudah keluar dari rumah.

Semoga ke 18+ cara ini berguna untuk anda yang ingin membangun rumah yang tahan gempa.

Salam Siaga,

Ibnu Rusydy

author
Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.
No Response

Leave a reply "18+ Cara Membuat Rumah Tahan Gempa Bumi"