Fakta Gunung Api Di Papua Nugini Yang Tiba-Tiba Meletus

Beberapa hari belakangan ini, kita dihebohkan dengan meletusnya Gunung Api di Pulau Kadovar di Papua Nugini. Letusan gunung api tersebut disinyalir sebagai letusan tanpa peringatan dan belum pernah meletus sebelum. Benarkan seperti itu? jangan-jangan gunung tersebut pernah menunjukkan aktifitas vulkanik.

Berikut ini ada beberapa fakta terkait gunung api tersebut.

Lokasi Gunung Api Kadovar (Sumber: Daily Express)

 

Gunung Api Muda

Gunung Api Kadovar yang terletak di bagian utara pulau Papua merupakan gunung api muda menurut umur geologi. Berdasarkan hasil dating, gunung api tersebut berumur Holosen (11.700 tahun lalu).

Llanes dkk pada tahun 2009 menyakini beberapa pulau yang terbentuk di bagian utara Papua Nugini berhubungan dengan patahan geser kiri di bawah laut dan zona subduksi yang ada di sana.

Pulau Gunung Api

Pulau Kadovar merupakan pulau Gunung Api, hampir seluruh pulau tersebut terbentuk dari batu beku atau batuan hasil pembekuan magma yang berumur Holosen. Gunung Api pulau Kadova berjenis gunung api strato dimana terdapat perselingan antara lahar dan lava.

Di sekitar kawasan gunung api tersebut juga dijumpai batuan beku dengan struktur kekar kolom (columnar joint). Di beberapa tempat juga dijumpai bekar aliran lava yang tipis.

Pulang Gunung Api Kadova saat ini dihuni oleh 1500 orang dan rata mereka tinggal di pinggi pulau di kaldera gunung api.

Memiliki Sejarak Hampir Meletus

Sebenarnya Gunung Api Kadovar memiliki sejarah aktifitas vulkanik. Pada tahun 1700-an, 1976, dan 1981 gunung api Kadovar menunjukkan peningkat aktifitas vulkanisme. Dalam website Volcano Discovery, dijelaskan bahwa bahwa pada tahun 1700-an sempat keluar asap dari lubang kepundan gunung api tersebut dan diduga terjadi letusan gunung api.

Tanda-Tanda Letusan

Gambar 2. Beberapa titik GPS yang dipasang di Gunungapi Guntur (Hasanuddin. Z. Abidin, 2005)

Sebelum gunung api meletus, gunung api akan memberikan tanda-tanda seperti meningkatkan aktifitas seismik, naiknya suhu dan terjadinya deformasi gunung api.

Tanda-tanda tersebut akan termonitor apabila di dekat gunung tersebut ada Pos Pengamatan Gunung Api.

Pos Pengamatan bertugas melakukan pengamatan gunung api setiap saat sehingga apabila gunung api menunjukkan gejala peningkatan aktifitas, bisa langsung diketahui.

Jadi, tidak ada yang tiba-tiba untuk Gunung Api, sebelum letusan pasti ada gejala-gejala yang bisa dilihat dan dipelajar.

Semoga beberapa fakta gunung api Kadovar Papua Nugini ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang gunung api.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.