Hewan dan Prediksi Gempa Bumi

cacing gempa bumi

Dapatkan hewan memprediksi gempa bumi? Atau dapatkan hewan merasakan gejala akan datangnya gempa bumi? Ini pertanyaan yang sering muncul apabila ada aktifitas hewan yang tidak biasa di tempat kita.

Kemarin (19 April 2020), kita dihebohkan dengan muncul cacing di permukaan tanah di Kota Solo dan Klaten.

Kemunculannya sempat membuat orang-orang panik karena beberapa orang menduga ini pertanda akan datangnya gempa bumi.

Apakah betul hewan bisa memprediksi gempa bumi, atau hewan cuma bisa merasakan gelombang gempa beberapa detik sebelum kita merasakannya?

Ayo kita baca pelan-pelan, apa bukti ilmiah dibalik fenomena ini.

Sejarah Hewan dan Prediksi Gempa Bumi

orang yunani
Sumber gambar:
classroomclipart.com

Sejarah Yunani mencatat bahwa pada tahun 373 sebelum masehi, tikus, ular, dan musang bertingkah aneh sehari sebelum gempa bumi.

Catatan sejarah ini membuat banyak peneliti penasaran.

sampai akhirnya beberapa peneliti kegempaan terlibat untuk melihat dari sisi ilmiahnya.

Pada tahun 1970-an, beberapa penelitian tentang hubungan perilaku hewan dengan gempa bumi dilakukan oleh USGS.

Sampai akhirnya penelitian tersebut dihentikan dan tidak ada kesimpulan ilmiah yang dapat dibuat.

Memprediksi Gempa Bumi Haicheng 1975

Pada tahun 2003, seorang peneliti dari Jepang menyebutkan bahwa anjing berperilaku aneh beberapa hari sebelum terjadinya gempa bumi Haicheng 1975.

Gempa bumi Haicheng merupakan gempa bumi yang terjadi pada tanggal 4 Februari 1975 di waktu sore dengan magnitudo gempa M 7.3.

anjing gempa bumi

Sehari sebelum gempa bumi ini terjadi, pemerintah China setelah berhasil mengingatkan orang-orang untuk mengungsi.

Namun demikian, menurut Kelin Wang dkk (2006) dalam artikel “Predicting the 1975 Haicheng Earthquake“, disebutkan bahwa pemerintah China mengusikan warga setelah mendengar peringatan dari ahli geofisika dan seismologist.

Sejarah ini dikenal sebagai keberhasilan pada para ahli geofisika China dalam mengamati foreshock gempa bumi untuk memperkirakan gempa utama (mainshock).

Foreshock

Mengapa hewan-hewan bertingkah aneh sebelum gempa Haicheng?

Itu semua karena gempa Haicheng diawali oleh gempa bumi awal (foreshock).

Gelombang gempa Foreshock berupa getaran-getaran kecil ini dideteksi oleh anjing-anjing di kota Haicheng sehingga mereka bertingkat aneh.

Getaran foreshock kadang kala tidak bisa dirasakan oleh manusia namun bisa dirasakan oleh hewan-hewan tertentu dan bisa dideteksi oleh alat seismometer.

Tantangnya?

Sampai saat ini memprediksi gempa-gempa foreshock yang berpotensi menghasilkan gempa utama (mainshock) yang besar masih sangat sulit.

Tingkat keberhasilannya juga sangat rendah, gempa bumi Haicheng adalah salah satu contoh yang berhasil.

Indra Hewan

Kita semua percaya bahwa beberapa hewan tertentu memiliki indra yang lebih sensitif dibandingkan manusia.

Prof. Kirschvink (Profesor GeoBiologi dari Caltech) menyebutkan indra hewan sensitive terhadap getaran gelombang gempa bumi, termasuk gelombang P yang pertama sampai.

Namun demikian, jeda antara gelombang P, dengan S dan gelombang permukaan yang merusak sangatlah dekat.

Cuma beda beberapa detik saja, bergantung pada jauh tidaknya sumber gempa bumi terhadap tempat kita.

Selain itu, Prof. Kirschvink menyebutkan bahwa ada beberapa sifat fisik lingkungan yang berubah sebelum gempa bumi (Prekursol gempa bumi).

Prekursol yang dapat dideteksi oleh indra hewan antara lain kemiringan permukaan, perubahan kelembaban udara, arus listrik atau gelombang elektromagnetik, dan variasi medan magnet.

Namun demikian, peristiwa prekursol masih diperdebatkan dan banyak tidak terbukti secara ilmiah.

Cacing di Solo

Kemunculan hewan-hewan cacing keluar dari tanah sempat menghebohkan warna Solo dan Klaten.

Tim BMKG sudah melakukan klarifikasi terkait fenomena ini.

Pak Dr. Daryono mengatakan bahwa apabila ini pertanda gempa bumi, makan beberapa hewan lain ikut bertingkat aneh, ini kan cuma cacing.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kejadian keluarnya cacing dari dalam tanah di Solo dan Klaten lebih disebabkan oleh adanya perubahan sifat fisik dan kimia tanah.

Rasanya semua itu tidak ada hubungannya dengan akan terjadinya gempa bumi, jadi masyarakat tidak perlu panik.

Lalu Kita Harus Bagaimana Menghadapi Gempa bumi?

Karena prediksi gempa bumi berdasarkan tingkah laku hewan yang berubah sering kali gagal.

struktur rumah tahan gempa
Ikatan Antar Struktur Utama rumah tahan gempa

Berharap pada fenomena prekursol gempa bumi juga sering tidak pasti dan tidak berhasil.

Mau tidak mau, bagi kita yang tinggal di Indonesia, harus mempersiapkan diri menghadapi gempa bumi.

Kita tidak bisa berharap pada prediksi gempa berdasarkan perubahan perilaku hewan.

Gempa bumi tidak pernah membunuh, yang membunuh adalah runtuhan bangunan, patahnya jembatan, tumbangnya papan iklan, dan lain-lain.

Yang harus kita lakukan adalah upaya mitigasi bencana dengan cara membangunan bangunan tahan gempa.

Bagaimana cara membangunnya, baca artikel 18+ Cara Membuat Rumah Tahan Gempa Bumi.

Selain itu, masing-masing kita harus memiliki tas siaga bencana yang isi berupa barang-barang penting dan kebutuhan mendesak kita.

Bagaimana cara mengisi tas siaga bencana, baca artikel Mengenal dan Merancang Tas Siaga Bencana.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita.

Bahan bacaan:

Ingin dikirimkan artikel terbaru secara gratis, masukkan email anda disini:

Delivered by FeedBurner

Note: Setelah mendaftar, Cek email (Inbox atau Spam) anda dan klik link yang kami kirim untuk konfirmasi.

0
Created on By Ibnu Rusydy

Test Pengetahuan Anda Tentang Hewan

Masing-masing hewan memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini beberapa pertanyaan tentang hewan, seberapa baguskan pengetahuan anda? Ayo kita test

1 / 3

Kucing adalah hewan yang rumahan yang ramah, namun dia memiliki kelemahan. Apa kelemahannya?

Question Image

2 / 3

Apa yang anda lakukan apabila berjumpa anjing galak, apa yang anda lakukan?

Question Image

3 / 3

Gajah memiliki indra perasa yang sangat tinggi terhadap getaran, namun dia tidak suka sama?

Question Image

Your score is

The average score is 0%

0%

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.

Leave a Reply