Tatanan Tektonik Pakistan dan Sekitarnya.
Moment Tensor Gempa Pakistan (228°, 46°, 6°) Sumber: USGS
Secara tatanan Tektonik (tectonic setting), kawasan Pakistan termasuk dalam kategori tatanan tektonik yang komplek. Menurut USGS, di kawasan Pakistan Selatan dan Tengah Pakistan, terjadi pertemuan secara berpas-pasan (transform) antara lempeng India yang bergerak ke utara dengan lempeng Eurasia yang berada di bagian Timur dan lempeng Arabia bersubduksi (menunjam) ke bawah lempeng Eurasia di kawasan Makram (Pakistan Barat). Kondisi yang komplek ini membentuk patahan Chaman yang bergerak secara mengeser-kiri. Sumber gempa bumi darat Pakistan kali terjadi di zona transisi antara lempeng Arabia yang bergerak ke utara yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia seperti gambar di atas.
Nah…kalau di Pakistan ada patahan Chaman, di Sumatra kita ada patahan Sumatra, selengkapnya bisa di link ini https://www.ibnurusydy.com/potensi-gempa-di-patahan-sumatra/
Peta Isoseismal dan Model Sesar yang menjadi sumber gempa (Sumber: USGS)
Menurut USGS, sumber gempa bumi darat Pakistan terjadi pada bidang sesar dengan arah jurus (strike) 228° dari utara dengan kemiringan bidang sesar 46° dan kemiringan bidang slip 6°. Karena bidang Slip-nya 6° dan bukan 0° maka bidang gempa tersebut tidak murni geser kiri melain sedikit miring sekitar 6° atau oblique-strike-slip. Gambar moment tensor sumber gempa dapat dilihat pada gambar di atas. Model sumber gempa dapat dilihat pada gambar di samping ini.
Setelah gempa bumi darat pakistan ini terjadi, ada hal unik yang terjadi berupa munculnya pulau baru di bagian selatan pakistan. Deformasi setelah gempa bumi biasa berupa perubahan permukaan berupa naik, turun atau pergeseran setelah gempa terjadi. Deformasi secara tektonik ini biasanya dalam skala yang sangat kecil. Kalau melihat deformasi setelah gempa bumi Aceh 2004, maka deformasi permukaan baik naik atau turun kurang dari 2 meter. Apa yang terjadi di Pakistan adalah perubahan berupa naiknya dasar laut beberapa meter sehingga membentuk pulau baru. Menurut ahli geologi angkatan laut Pakistan Mohammed Danish, pulau tersebut naik setinggi 18 meter dengan panjang pulau 30 meter dan lebar 76 meter.
Kemunculan pulau ini rasanya tidak karena deformasi lempeng setelah gempa bumi, melainkan karena dorongan gas bawah tanah. Gas bawah tanah yang awalnya terjebak, namun gempa bumi 7,7 Mw tersebut telah membuat rekahan sehingga gas tersebut bocor dan naik ke atas. Belum sampai ke atas, gas tersebut bisa jadi bertemu dengan lapisan impermeable (kedap) sehingga gas tersebut mendorong lapisan tersebut dan lapisan di atas sampai muncul ke atas permukaan. Pengaruh gas ini masih dugaan awal, untuk lebih detailnya perlu dilakukan survey geofisika bawah permukaan.
Penjelasan di atas merupakan dugaan pertama, dugaan kedua pulau ini terbentuk karena fenomena mud volcano, kejadian berawal dengan adanya gas dan lumpur yang terperangkap di bawah permukaan. Lapisan atas yang menjadi penutup gas dan lumpur ini berupa batuan sempihan. Akibat gempa bumi yang berkuatan 7,7 tersebut, lapisan batuan penutup ini retak dan akhirnya gas dan lumpur yang terjebak tadi keluar ke atas permukaan dan membawa serta lapisan penutup tadi.
Pulau yang muncul secara cepat ini biasanya lama-lama akan mengempes sendiri atau lama-lama akan turun apabila gas di bawahnya telah bocor semua dengan asumsi kejadiannya seperti penjelasan pertama, apabila kejadiannya seperti penjelasan ke-dua maka akan lain lagi. Semoga gempa darat pakistan memberikan pemahaman dan ilmu bencana alam bagi kita semua.
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
Leave a Comment