Berikut ini ke 23 bencana alam tsunami yang terjadi di Indonesia:
Tsunami Flores yang terjadi pada tahun 1961 diakibatkan oleh gempa bumi di episenter 8,2 LS, 122 BT. Tidak ada catatan berapa skala gempa yang menjadi penyebab tsunami tersebut, ketinggian tsunami dan jumlah korban.
Enam Zona potensi sumber tsunami di Indonesia (Puspito, N.T, 2008)
Tsunami ini terjadi akibat gempa bumi pada episenter 5,8 LU, 95,6 BT dengan jumlah korban meninggal 110 dan luka-luka 479.
Tsunami ini terjadi akibat gempa bumi pada episenter 2,4 LS, 126 BT dengan skala magnitudo gempa bumi 7,5 Sr, tinggi tsunami 4 meter, korban meninggal 71 orang.
Terjadi akibat gempa bumi dengan episenter 3,7 LS, 119,3 BT, magnitudo gempa bumi 5,8 korban jiwa 58 orang.
Tsunami Tambu ini akibat gemp bumi dengan skala magnitudo 7,4 dengan episenter 0,7 LU, 119,7 BT. Gempa tersebut memicu tsunami dengan ketinggian 10 meter dan memakan korban 200 orang.
Tsunami ini dipicu akibat gempa dengan skala 6,9 Sr pada episenter 3,1 LS, 118,8 BT dengan ketinggian tsunami 10 meter dan membunuh 64 orang.
Dipicu oleh gempa bumi dengan skala magnitudo 8 di episenter 11,1 LS, 118,5 BT. Gempa tersebut memicu tsunami setinggi 15 meter dan menyebabkan 189 orang meninggal.
Tsunami NTT ini dipicu oleh gempa bumi pada episenter 8 LS, 125,3 BT. Tidak ditemukan catatan berapa skala magnitudo gempa bumi yang memicu tsunami ini, ketinggian tsunami dan jumlah korban.
Tsunami ini terjadi akibat gempa bumi yang terjadi di 8,4 LS, 115,9 BT namun tidak ada informasi berapa skala gempanya serta berapa meter ketinggian yang terjadi. Namun demikian, tsunami Flores ini telah menyebabkan 27 orang meninggal dunia dan 200 orang luka-luka.
Tsunami terjadi akibat gempa bumi pada episenter 8,4 LS, 123 BT dengan skala magnitudo gempa 5,9. Tsunami Larantuka ini telah menyebabkan 13 orang meninggal dunia namun tidak diketahui berapa ketinggian tsunami yang terjadi.
Tsunami NTT tahun 1987 dipicu oleh gempa bumi pada episenter 8,4 LS dan124,3 BT. Skala gempa dan ketinggian tidak diketahui namun tsunami NTT ini telah menyebabkan 83 orang meninggal dan 108 orang luka-luka.
Tsunami NTT tahun 1989 ini terjadi akibat gempa pada episenter. Bencana alam tsunami ini menyebabkan 7 orang meninggal dunia. Penulis tidak menemukan referensi yang menunjukkan berapa skala magnitudo gempa dan ketinggian tsunami yang menimpa pulau Alor tahun 1989 ini.
Tsunami Flores ini merupakan tragedi tertragis sebelum tsunami aceh 2004. Tsunami ini dipicu oleh gempa bumi yang berpusat di 8,5 LS, 121,9 BT dengan skala magnitudo gempa 7,5. Ketinggian tsunami tercatat setinggi 26 meter dan membunuh 2100 orang di Flores.
Tsunami Banyuwangi tahun 1994 terjadi akibat gempa bumi dengan skala 6,8 pada episenter 10,7 LS, 113,1 BT. Tsunami yang timbul akibat gempa bumi ini setinggi 14 meter dan membunuh sebanyak 208 orang.
Tsunami palu ini dipicu oleh gempa dengan skala 7,7 dan menimbulkan tsunami setinggi 6 meter serta membunuh 68 orang.
Tsunami Biak 1996 terjadi karena gempa bumi dengan skala 8 pada episenter 0,5 LS, 136 BT. Tsunami Biak diperkirakan setinggi 12 meter dan menyebabkan 160 orang meninggal dunia.
Tsunami Taliabu tahun 1998 diperkirakan setinggi 3 meter dan membunuh 34 orang. Tsunami Taliabu disebabkan oleh gempa bumi dengan skala 7,7 pada episenter 2 LS, 124,8 BT.
Tidak ada informasi berapa skala gempa serta ketinggian tsunami Banggai tahun 2000. Namun tsunami Banggai tersebut telah menyebabkan 4 orang meninggal dan tsunami tersebut akibat gempa di episenter 1,1 LS dan 123,5 BT.
Merupakan tsunami terdahsyat di abad ke-21 yang telah menyebabkan lebih kurang 250.000 orang meninggal dunia. Tsunami Aceh tersebut disebabkan oleh gempa bumi dengan skala 9,2 Mw dan memicu tsunami setinggi 34,5 meter di beberapa pantai di Aceh. Episenter gempa yang memicu Tsunami Aceh berada pada episenter 3,3 LU dan 95,8 BT.
Tsunami nias dipicu oleh gempa dengan skala 8 pada episenter 2 LU, 97,8 BT. Tsunami yang timbul akibat gempa ini setinggi 3,5 meter dan tidak tercatat adanya korban jiwa.
Tsunami Pangandaran tahun 2006 dipicu oleh gempa bumi dengan skala 7,7 pada episenter 3,3 LS dan 107,9 BT. Tsunami Pangandaran setinggi 8,25 meter ini menyebabkan 668 orang meninggal dunia.
Tsunami Bengkulu tahun 2007 setinggi 3,8 meter disebabkan oleh gempa dengan skala 8,4 pada episenter gempa 3,7 LS dan 101 BT. Tsunami Bengkulu ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Tsunami Mentawai tahun 2010 terjadi akibat gempa bumi dengan skala 7,2 pada episenter 3,6 LS dan 99,93 BT. Tsunami Mentawai tahun 2010 menyebabkan 413 orang meninggal dan 448 lainnya mengalami luka-luka. Tinggi tsunami Mentawai tahun 2010 diperkirakan sekitar 7 meter.
Setelah melihat ke 23 Bencana Alam Tsunami di Indonesia sejak tahun 1961 sampai dengan 2010, makin menyadarkan kita bahwa negara kita sangat rentan terhadap bencana alam tsunami. Kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi tsunami berikutnya.
Sumber Bacaan:
Anonim, Seri Pengetahuan Kelautan “Tsunami”, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
Leave a Comment