Gempa bumi 11 April 2012 telah menyadarkan kita bahwa sumber gempa di Sumatra tidak hanya di zona subduksi dan zona sesar Sumatra saja tetapi juga di investigator fracture zone (IFZ) dan ninety east ridge (NER). Sumber gempa bumi di IFZ-NER ini telah menjadi pertimbangan sebagai sumber gempa bumi baru di Sumatra. Berikut ini penjelasakan ke-tiga sumber gempa bumi di Sumatra ala Pak Melek Bencana.
Subduksi merupakan bentuk pertemuan lempeng secara konvergen (bertumbukan) dimana salah satu lempeng menunjam ke bawah dan lempeng satu lagi tetap menahan di atas. Pergerakan lempeng ini karena arus konveksi yang ada di lapisan mantel bumi, karena dorongan dari zona pemekaran samudra (divergen) dan karena slab pull. Di sepanjang bagian Selatan pulau Sumatra dan Jawa terdapat zona subduksi antara lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah dengan lempeng Eurasia yang menahan di atas. Pulau Sumatra dan Jawa berada dalam posisi di atas lempeng Eurasia. Kawasan pertemuan lempeng secara subduksi telah menjadikan pulau Sumatra dan Jawa kaya akan gempa dan gunung api. Lempeng Indo-Australia terus bergerak kecepatan relatif sebesar 5 cm/tahun di pulau Sumatra dan 7 cm/tahun di pulau Jawa (Irwan, 2005).
Pergerakan lempeng Indo-Australia secara terus menerus telah menyebabkan adanya stress di sepanjang zona subduksi. Kejadian gempa bumi di sepanjang zona ini disebabkan karena pelepasan energi stress yang terkumpul sekian tahun akibat ada lock disepanjang zona subduksi atau tunjaman. Makin lama energi tersebut terkumpul maka semakin besar kemungkinan gempa bumi besar yang akan terjadi. Apabila gempa bumi besar dengan kedalaman yang dangkal (<30 Km) terjadi disepanjang zona subduksi ini , maka sangat dimungkinkan akan terjadi tsunami besar karena gempa disepanjang zona ini biasanya akan menyebabkan rupture (rekahan/robekan) secara vertikal yang dapat menganggu kestabilan air laut. Contoh gempa besar yang terjadi di zona subduksi adalah gempa Aceh-Andaman 26 Desember 2004. Gambar 1 di bawah ini dapat dilihat epicenter gempa di sepanjang zona subduksi di Sumatra.
Gambar 1. Titik Gempa di sepanjang zona subduksi di Sumatra (Omer Aydan, 2008)
Seperti tulisan saya sebelumnya tentang potensi gempa di patahan Sumatra, tunjaman lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia tidaklah tegak lurus melainkan miring. Kemiringan ini menyebabkan terbentuknya Sesar Sumatra dari Selat Sunda sampai dengan Kepulauan Andaman di bagian barat provinsi Aceh dengan total panjang 1900 Km.
Gambar 2. Sesar Sumatra dan beberapa kejadian Gempa sesar (Danny Hilman, 2007)
Pada gambar 2 garis warna merah menunjukkan patahan/sesar Sumatra dan beberapa gempa bumi masa lalu. Patahan Sumatra yang menjadi sumber gempa ini oleh beberapa ahli ilmu kebumian dibagi kepada 19 segmen diantaranya; Sunda, Semangko, Kumering, Manna, Musi, Ketaun, Dikit, Siulak, Suliti, Sumani, Sianok, Sumpur, Barumun, Angkola, Toru, Renun, Tripa, Aceh dan Seulimuem (Danny Hilman, 2007). Dari tahun 1892, telah terjadi 23x gempa darat/sesar dengan skala di atas 6 Ms sepanjang Sesar Sumatra dan sampai saat ini ada beberapa seismic gap atau kawasan yang jarang terjadinya gempa yang harus waspadai bersama. Untuk tsunami sendiri, gempa di zona sesar Sumatra tidak akan menimbulkan tsunami karena terjadi di darat. Jadi apabila terjadi gempa darat dengan skala yang besar masyarakat tidak perlu panik karena tidak akan ada tsunami namun tingkat kerusakan bangunan akan lebih parah karena sumber gempa di darat dan banyak bangunan kita berada di zona dekat sumber gempa darat.
IFZ berada di sebelah timur dan NER berada di sebelah barat daripada lempeng Indo-Australia sebagaimana gambar 3. IFZ-NER bisa dikatakan sebagai pendatang baru untuk zona gempa di Sumatra. Selama ini, IFZ-NER dianggap sebagai kawasan aseismic (tanpa gempa), namun ternyata bisa menimbulkan gempa. Beberapa pakar seismologist berpendapat bahwa IFZ-NER sebelumnya memang aseismic namun gempa bumi besar 26 Desember 2004 telah memicu IFZ-NER ini menjadi aktif. Gempa bumi strike-slip fault (sesar geser) yang terjadi di IFZ-NER telah membuat kita tersadar, ternyata kita tidak bisa meremehkan alam, apalagi magnitud gempa yang dihasilkan cukup besar (8,5 Mw) untuk sebuah gempa sesar geser. Menurut Pak Danny Hilman (pakar gempa LIPI), gempa 11 April 2012 merupakan gempa bumi sesar geser yang terbesar di dunia. Gempa IFZ-NER kecil kemungkinan akan menimbulkan tsunami besar karena penyebab gempanya adalah pergerakan sesar geser. Pergerakan sesar geser hanya akan menimbulkan dislokasi secara horizontal dan tidak secara vertikal.
Gambar 3. posisi IFZ dan NER di lempeng Indo-Ausralia (pierce, 1968)
Pertanyaan yang timbul sekarang ini adalah, apakah gempa IFZ-NER 11 April 2012 dapat memicu gempa lain? ??mari kita lihat pembahasan beberapa pakar berikut ini.
Kerry Sieh (Direktur Earth Observation Singapora) mengatakan bahwa gempa sesar geser yang terjadi di IFZ-NER dapat memberikan tekanan yang luar biasa terhadap batas lempeng di seputar segmen Aceh. Pak Danny Hilman (Laboratory fo Earth Hazards-Geoteknologi LIPI) mengatakan bahwa, pergeseran horizontal karena sesar geser pada gempa 11 April 2012 dapat menyodok zona subduksi yang bisa memicu gempa di zona subduksi segmen Simeulue. Beberapa pakar gempa lain juga mengatakan bahwa gempa 11 April 2012 bisa memicu gempa Mentawai yang sudah sekian lama kita tunggu (baca Mengenal Seismic Gap untuk info lebih lanjut).
Setelah melihat “TRIO” zona sumber gempa di Sumatra, tidak harus membuat kita panik kemudian mengungsi ke Kalimantan. Kita warga Indonesia tinggal di kawasan yang memang sudah ditakdirkan rawan gempa. Kondisi alam ini akan membuat kita makin sigap dan tanggap dalam menghadapi bencana. Semoga tulisan sumber gempa bumi di Sumatra bermanfaat buat kawan-kawan dan menambah pengetahuan anda tentang Bencana Alam
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
View Comments
Sangat bermanfaat, tims atas sharing ilmunya.
mohon izin untuk share
Dipersilahkan untuk di-share kemana saja asal masih menyebutkan sumber aslinya..
mantaps ulasannya, lanjutkan!
Makasih infonya. Very usefull...
Makasih infonya. Very usefull... Tetap siaga untuk semua kemungkinan terburuk sekalipun
semoga kita semua kian siaga dan izin share.