Perbanding kekuatan letusan berdasarkan jenis letusan gunung api (USGS)
Sebagai negara yang duduk di antara jalur Cincin Api, kita tidak bisa menghindar dari bencana alam Gunung Meletus. Ketika terjadi letusan, jenis letusan yang terjadi bisa lebih dari satu macam. Berikut ini ada beberapa tipe Gunung Meletus yang pernah terjadi di seluruh dunia.
Gunung Merapi yang terletak di Jawa Tengah ternyata memiliki jenis letusan yang unik dan mempunyai karakter sendiri dibanding dengan gunung api lain di seluruh dunia. Jenis letusan Merapi awalnya diawali dengan adanya sumbatan kubah lava yang dihasilkan oleh erupsi efusif, sedangkan awan panas berasal dari lava pijar yang longsor atau langsung dari pusat erupsi. Menurut MT. Zen, dkk. (1980), Sifat khusus gunung meletus yang dimiliki oleh Merapi adalah; bersifat periodik dan mempunyai sirklus tertentu, gunung api ini aktif dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun sebanyak 1 kali, bisa berlangsung sampai 7 tahun dan kemudian istirahat selama 6 sampai 12 tahun.
Terdapat 4 macam letusan jenis Merapi;
Ilustrasi yang menunjukkan proses yang terjadi tubuh gunung api Merapi sampai terjadi letusan tahun 1994 (http://volcano.si.edu)
Baca juga:
Gunung Api St. Vincent yang terletak di Hindia Barat mempunyai ciri khas letusan dimana awan panas menyebar ke segala arah. Gunung api dengan tipe letusan ini mempunyai danau kawah. Di Indonesia, gunung api yang memiliki letusan jenis St. Vincent antara lain;
endapan tephra hasil letusan jenis Phreatoplinian (http://iavceicev.clas.asu.edu)
Jenis letusan Preatoplinian ini dicirikan dengan letusan yang sangat besar dari magma dengan komposisi riolit atau magma yang bersifat asam. Hasil letusan dari gunung api jenis ini berupa lapili berbutir halus. Struktur perlapisan sering dijumpai pada endapan piroklastik ini namun terpilah dengan buruk (poorly sorted). Contoh letusan jenis inii adalah Gunung Api Vesuvius di sebelah Timur Napoli, Italia. Pada tahun 79, letusan gunung api Vesuvius inilah yang menghancur kota Pompeii. Pompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Korban dari letusan gunung tersebut sampai sekarang dapat dilihat dan dijadikan objek wisata.
Gunung api Pele yang terletak di Amerika Tengah di kota St. Piere Karibian mempunya jenis letusan tersendiri. Letusan jenis ini sangat ekstrim, pertama sekali dikenala ketika terjadi letusan tahun 1902 yang menewaskan 29.000 orang. Jenis gunung meletus ini diawali adanya penguapan Fumarole dan jatuhan debu dengan baru surfur yang menyengat. Letusan terjadi dengan cara;
Ilustrasi Jenis Letusan Gunung Api (Sumber: www.britannica.com)
Pada jenis letusan ini, awan panasnya sangat berbahaya karena menuju ke arah tertentuk. Pada letusan jenis ini, sebagian puncak kerucut gunung api hancur dan hampir sama dengan jenis gunung meletus Volcano. Bedanya, letusan jenis Plini/Peret lebih dahsyat dibandingkan dengan jenis Volcano. Contoh jenis letusan ini adalah Gunung Api Krakatau dan Gunung Api Tambora.
Gunung api Volcano berada di Italia Tengah. Jenis letusan Volcano merupakan jenis letusan yang paling di dunia. Ciri khas dari letusan ini adalah awan panas yang keluar membumbung ke angkasa menyerupai bentuk jamur raksasa. Gunung api yang memiliki jenis letusan ini memiliki pipa kawah yang terbuka. Intensitas letusan dari lemah, kuat sampai dengan sangat kuat. Pada fase awal letusannya mirip dengan jenis letusan Pelee tetapi pada jenis ini, awan panasnya berwarna gelap/hitam. Contoh jenis letusan ini di Indonesia adalah Gunung Api Raung, Gunung Api Bromo, Gunung Api Slamet dan Gunung Lokon.
Jenis letusan ini dicirikan dengan semburan lava pijar dengan selang waktu 2-10 detik, letusannya berkekuatan sedang. Frakmen lava dilemparkan berbarengan dengan awan erupsi. Ciri khas lain dari letusan jenis ini adalah awannya berwarna putih karena sedikit mengandung debu. Contoh jenis Gunung meletus dengan tipe ini di Indonesia adalah Gunung Api Batur di Bali, Gunung Api Anak Krakatau di Selat Sunda.
Danau lava pada jenis letusan Hawai (www.geology.sdsu.edu/)
Ciri khas letusan gunung api jenis Hawai adalah membentuk danau lava pijar dan kadang kala muncrat seperti air mancur (Lava Fountain). Pulau Hawai sendiri merupakan kepulauan gunung api yang terbentuk dari dasar samudra. Pulau tersebut terus tumbuh seiring keluarnya lava gunung api di sana.
Gunung meletus jenis ini merupakan gabungan dari beberapa jenis letusan. Misalnya saja gabungan jenis letusan Volcano-Stromboli atau Volcano-Merapi. Di Indonesia, Gunung Api Semeru mengalami letusan jenis Volcano-Merapi pada tahun 1958-1968. Namun setelah letusan tersebut sampai dengan sekarang, Gunung Api Semeru mempunyai jenis letusan Volcano-Stromboli.
Dari semua jenis letusan gunung api di atas, apabila kita ingin membandingkan mana yang lebih dahsyat letusannya, pembaca bisa melihat gambar di bawah ini.
Perbanding kekuatan letusan berdasarkan jenis letusan gunung api (USGS)
Untuk memudahkan pembaca memahami letusan gunung api, berikut ini ada Video Gunung Api jenis letusan Hawai.
Semoga artikel tentang 9 Jenis Gunung Meletus di Seluruh Dunia ini bermanfaat bagi anda dan menambah ilmu pengetahuan Bencana Alam.
Sumber Bacaan: Pribadi Sumintadireja, 2012, Volkanologi, Catatan Kuliah, ITB, Bandung.
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
Leave a Comment