Banjir Jakarta – Ibu kota negara kita Jakarta tiap tahun dilanda banjir.
Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya beberapa sungai yang aliran airnya “macet”.
Penyebab “macetnya” air ini bisa karena sungai kecil dan dangkal atau dalam sungai benda-benda lain selain air yang mengalir di sana sehingga jatah “jalan” untuk air menjadi berkurang.
Selain sungai yang meluap, air hujan yang tidak terus terserap tanah karena berkurangnya daerah resapan juga menjadi menjadi penyebab kedua banjir Jakarta.
Penyebab ketiga rasanya karena subsidence atau amblesan Jakarta yang pernah saya jelaskan di artikel di link ini https://www.ibnurusydy.com/kota-kota-yang-sedang-tenggelam-ii/.
Banjir Jakarta menjadi bencana tahunan atau malah “semesteran” bisa jadi karena upaya untuk mengatasi banjir ini belum maksimal.
Bagaimana upaya maksimalnya, kota Bangkok bisa menjadi sedikit acuan.
Selain sama-sama ibu kota negara, kota Bangkok juga memiliki kondisi geologi dan geographis yang sama dengan Jakarta.
Kota Bangkok pada tahun 2011 pernah mengalami banjir besar, namun mereka belajar banyak dari banjir tersebut.
Walaupun masih negara berkembang, Shoko Takemoto dalam thesisnya yang berjudul Moving Towards Climate-Smart Flood Management in Bangkok and Tokyo untuk menyelesaikan program S2 di MIT tahun 2011 mengatakan bahwa, ada kesamaan manajemen penanggulangan banjir antara Tokyo dengan Bangkok walaupun Tokyo masuk ibu kota negara maju dan Bangkok cuma negara berkembang.
Kemajuan Bangkok dalam menangani banjir, rasanya bolehlah kita tiru.
Apa saja upaya yang mereka lakukan?
Secara struktural atau secara fisik, kota Bangkok sudah memiliki beberapa fasilitas yang sangat bagus untuk mengatasi banjir.
Fasilitas yang mereka miliki sebagaimana saya kutip dari Department of Drainage and Sewerage Thailand antara lain;
Sistem ini sudah diterapkan di belanda dengan cara membangun tanggul yang kedap air.
Air yang berada pada daerah polder dipompakan keluar dai Polder dan ditampung oleh polder lain di atasnya.
Kota Bangkok sudah menerapkan sistem ini dan ini sangat menolong mereka dalam mengontrol air.
Sistem polder ini terdiri beberapa point di antara, tanggul, pompa air banjir, kanal, terowongan, dan waduk.
Pemerintah kota Bangkok membangun tanggul penahan air sungai di pinggiran sungai yang ada disana.
Untuk pompa banjir ini, rasanya pemerintah DKI juga sudah membangun namun saya rasa masih kurang.
Kota Bangkok memiliki sekitar 409 tempat pompa air banjir yang digunakan apabila intensitas hujan meningkat.
Untuk mengatasi banjir, pemerintah Bangkok membangun 1682 kanal dengan total panjang sekitar 2604 Km.
Selain kanal, mereka juga memiliki 7 terowongan dengan total panjang 19 Km.
Ini merupakan tempat penampung air dan kota Bangkok memiliki 25 lokasi penampung air atau waduk.
Untuk Jakarta kita sudah punya beberapa waduk, kalau dirasa kurang berarti harus bangun lagi.
Pengawai di kantor tersebut bekerja 24 jam dan menginformasikan kepada masyarakat tentang data curah hujan.
Informasi tersebut juga disampaikan melalui Facebook dan Twitter.
Secara Non-Struktural mereka sudah memiliki;
Ini yang sangat menarik di Bangkok, ada beberapa orang yang dengan suka rela bekerja untuk mengatasi banjir di kota mereka.
Peraturan pemerintah tentang penggunaan lahan sudah mereka buat dan saya rasa Pemerintah DKI juga sudah memilikinya.
penyampaian informasi kepada publik dengan cepat, tepat dan benar adalah kunci utama untuk mengurangi risiko bencana.
Pendidikan kebencanaan juga memegang peranan penting, salah satunya penyampaian pendidikan banjir melalui video.
Hal ini pernah saya tulis di artikel pada link https://www.ibnurusydy.com/safesteps-com-bagaimana-agar-selamat-dari-banjir/.
Video di bawah ini adalah salah satu menyampaikan informasi kepada publik.
Salah satu penyebab jakarta sering dilanda banjir adalah Amblesan tanah yang terjadi di Jakarta. Berikut penjelasannya.
Semoga artikel yang tentang Cara Mengatasi Banjir Jakarta Ala Bangkok yang saya rujuk ke Department of Drainage and Sewerage Thailand ini bermanfaat dan menambah ilmu bencana bagi kita semua
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
Leave a Comment