Categories: Analisa

Jejak Topan Haima Yang Menyerang Philippina, Oktober 2016

Sejak Kemaren tanggal 15 Oktorber 2016, Topan Haima mulai terbentuk di samudra Pasifik dan terus bergerak menuju ke arah kepulauan Philippina. Sampai dengan hari ini, Topak Haima tidak menunjukkan adanya penurunan kekuatannya dan malah diperkirakan akan semakin kuat ketika menerjang beberapa kawasan Philipina Utara.

Saat ini saya sedang berada di Philipina untuk keperluan penelitian dan semalam sempat mati karena topan yang sebelumnya juga Topan Karen menerjang philipina. Topan Haima ini bukanlah topan pertama semenjak saya di Philipina, beberapa waktu yang ada Topan Meranti yang juga menyerang utara Philipina dan selatan Taiwan.

Berikut ini dapat dilihat, jejak topan Haima yang akan menerjang Philipina dalam beberapa hari mendatang.

Jejak topan Haima yang akan menyerang Philipina dalam beberapa hari ke depan sejak 15 – 21 Oktober 2016 (sumber foto: www.wunderground.com)

Pada peta perkiraan jejak topan Haima di atas dapat dlihat bahwa Topan bulan terbentuk pada hari Sabtu yang pada peta ditunjukkan dengan angka berwarna kuning. Warna kuning memberikan informasi bahwa topan tersebut pada awal terbentuknya masuk dalam kategori 1. Kemudian pada hari Minggu tanggal 16 Oktober 2016, topan tersebut terus bergerak ke arah Philipina dengan kategori masih 1.

Pada tanggal 19 Oktober 2016, topan Haima diperkirakan akan meningkat menjadi Topan dengan kategori 4 dan pada tanggal 20 Oktober 2016 hari kamis diperkirakan akan menerjang pulau Luzon dan kota Manila yang berada di pulau Luzon akan menerima dampak dari topan Haima ini. Perkiraan jejak topan Haima ini bisa saja meleset dan lingkaran yang ada di peta merupakan kemungkinan posisi titik tengah daripada topan Haima.

Berikut ini saya munculkan citra satelit (langsung) keberadaan Topan Haima yang mendekati Philiipina.

Citra satelit yang menunjukkan arah angin (langsung)


Semoga artikel Jejak Topan Haima ini bermanfaat  dan membuat kita makin waspada serta bisa selamat dari angin topan dan menambah ilmu bencana alam.

Ibnu Rusydy

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.

Leave a Comment
Published by
Ibnu Rusydy

Recent Posts

Patahan Baribis Yang Mengancam Jakarta (Bagian I)

Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…

1 year ago

Gempa bumi Dangkal di Myanmar, Bagaimana Bisa Terjadi?

Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…

1 year ago

Ancaman Tsunami 20 meter di Selatan Jawa, Ini Fakta Ilmiahnya

Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…

6 years ago

Sejarah Perubahan Iklim Jutaan Tahun Lalu, Bagaimana Mengetahuinya? (Seri 1)

Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…

6 years ago

Perubahan Iklim; Yuk Kita Lihat Suhu Bumi Sejak 65 Juta Tahun Lalu

Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…

6 years ago

Uji Pengetahuanmu Tentang Banjir, Mari Bermain Quiz!

Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…

6 years ago