Saat ini wabah virus Corona sudah memakan korban yang sangat banyak di seluruh dunia dan lebih dari 100 orang sudah meninggal di Indonesia.
Untuk menghentikan wabah virus ini, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus melakukan untuk upaya mitigasi, salah satunya dengan menjaga jarak.
Reaksi kita yang berlebihan dalam menghadapi Corona lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa.
Virus Corona tidak bergerak sendiri, namun dia digerakan oleh orang yang saban hari beinteraksi dengan yang lain.
Ketika melakukan physical/social distancing, maka kita telah menghentikan pergerakan virus Corona tersebut.
Apabila kita dengan rajin melakukakan ini, maka walau lambat namun pasti, virus ini akan hilang dengan sendirinya.
Dengan menjaga jarak, berarti kita sudah menjaga diri kita dan menjaga orang lain.
Banyak penelitian menyebutkan bahwa penerapan physical/social distancing sedini mungkin akan berdampak sekali pada jumlah angka penularan.
Gambar di atas dapat memberikan kita pemahaman bagaimana penerapan physical/social distancing (jaga jarak) mampu mengurangi angka penularang.
Model di atas mengilustrasi penerapan physical/social distancing pada hari ke 20, namun apabila telat 1 hari (hari ke 21) diterapkan.
Jumlah korban tertular virus bisa lebih banyak sebesar 40%. Dari model ini dapat kita simpulkan bahwa penerapan kebijakan jaga jarak yang diterapakan sedini mungkin.
Pada tahun 1918, dunia dilanda pandemik Flu dan hampir seluruh dunia terdampak virus ini.
Ada sejarah yang mencatat bagaimana penerapan physical/social distancing ini sangat efektif mengurasi penyebaran virus.
Kota Philadelphia dan St. Louis merupakan kota yang sama-sama terinfeksi pandemik Flu tahun 1918, namun kebijakan pemerintah di kedua kota berbeda.
Pada tanggal 17 september 1918, korban pertama dilaporkan di kota Philadelphia namun pemerintah mengabaikan dampak virus ini.
Semua kegiatan berkumpul-kumpul, sekolah, pasar, pusat keramaian buka seperti biasa.
Sangat berbeda dengan kota St. Louis mendeteksi penularan pertama pada tanggal 5 oktober dan tanggal 7 oktober langsung menerapkan physical/social distancing.
Semoga artikel tentang pentingnya social distancing ini bermanfaat.
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
Leave a Comment