Hasil kolerasi antara beberapa titik dan adanya lapisan endapan tsunami masa lalu yang berumur 1000-an tahun yang lalu (Katrin Monecke, et al, 2008)
Untuk mendapatkan endapan tsunami yang terkubur dengan bagus dan tidak terganggu merupakan tantangan tersendiri bagi orang Geologi/Geofisika. Tsunami-tsunami besar yang terjadi ribuan tahun yang lalu harusnya terendapkan beberapa kilometer dari bibir pantai. Namun sering kali setelah lapisan tsunami tersebut terendapkan, lama kelamaan akan tererosi atau tersapu oleh angin badai, banjir, dan faktor alam lainnya. Agar endapan tsunami tersebut tidak tersapu, maka endapan tsunami tersebut harus terendapkan di tempat yang aman dari gangguan angin, air dan manusia.
Morfologi pantai sistem swale dan ridge tampak samping dimana endapan tsunami bisa ditemukan di kawasan swale.
Gua-gua yang berada beberapa ratus meter dekat dengan garis pantai merupakan salah satu tempat ideal terendapkannya endapan tsunami masa lalu. Endapan tsunami di dalam Gua akan aman dari gangguan angin, air dan manusia. Selain Gua, kawasan pantai yang memiliki morfologi swale dan ridge juga sangat bagus sebagai tempat berburu lapisan tsunami masa lalu. Endapan tsunami akan terendapkan pada kawasan swale atau cekungan yang panjang di pinggir pantai. Endapan tsunami Aceh 1000-an tahun lalu yang saya tulis sebelumnya di dapat di kawasan Swale yang berada di Aceh Barat.
Ketika membaca sub-judul Endapan Tsunami 2000-an Tahun Lalu di Thailand pasti pembaca langsung bertanya, kenapa ke Thailand? Padahal judulnya Mega Tsunami 2000 Tahun Lalu di Aceh.
Saya berasumsi ketika sebuah Mega Tsunami terjadi akibat gempa bumi besar di zona Subduksi di sekitar Aceh-Andaman maka Mega Tsunami tersebut akan sampai ke Thailand, Malaysia, dan beberapa negara tetangga lainnya. Apabila tsunaminya kecil maka tsunami cuma sampai di Aceh dan beberapa pulau kecil di Aceh. Apabila endapan tsunami tersebut sampai ke Thailand dan endapannya tebal maka itu masuk kategori Mega Tsunami di Aceh. Jadi itu alasan saya memilih hasil penelitian endapan tsunami di Thailand menjadi dasar rujukan kejadian yang sama di Aceh.
“Pemburuan” endapan tsunami di Thailand pernah dilakukan oleh Kruawun JANKAEW dari Jurusan Geologi Fakultas Sains (MIPA), Chulalongkorn University, Bangkok bersama rekan-rekannya dari USGS, Geological Survey of Japan dan dari berapa universitas terkenal lainnya. Berburu endapan tsunami di Thailand tidaklah mudah. Thailand yang terkenal dengan negara tujuan wisata pantainya, banyak pinggir pantainya yang sudah disulap menjadi tempat wisata sehingga tidak ada lagi jejak tsunami masa lalu. Pemburuan mereka lakukan dari pulau ke pulau dengan meneliti kawasan pinggir pantai yang ber-manggrove. Pada beberapa pulau ditemukan endapan tsunami 2004 namun endapan tsunami tersebut sudah bercampur dengan tanah di bawahnya karena penggaruh akar mangrove, gangguan kepiting, udang dan lobster. Endapan tsunami 2004 saja sudah sulit dibedakan dengan lapisan di bawahnya apalagi tsunami 2000 tahun lalu.
Pemburuan selanjutkan dilakukan di Pulau Phra Thong provinsi Phangnga. Di pulau ini mereka sangat beruntung karena morfologi pantai pulau Phra Thong merupakan morfologi pantai yang terdiri dari Swale dan Ridge Beach seperti di Aceh Barat Provinsi Aceh dan sangat memungkinkan endapan tsunami masa lalu terendapkan di kawasan Swale. Setelah menggali beberapa tempat di pulau Phra Thong dan melakukan dating (pentarikhan/petanggalan) dengan metode OSL dating, ditemukan lapisan tsunami 350 ± 50, 990 ± 130, 1410 ± 190 dan 2100 ± 260 tahun yang lalu serta tsunami tahun 1300-1450 Masehi.
endapan tsunami masa lalu di pulau Phara Thong Provinsi Phangnga Thailand (Jankaew, et. al, 2009)
Kesemua tsunami tersebut apabila dilihat tahunnya, maka tsunami tersebut terjadi pada tahun 1600-1700 M, 1300-1450 M, 888 – 1140 M, 400-780 M dan 360 SM – 160 M. Hasil penelitian Kruawun JANKAEW memiliki kesamaan dengan penelitian dari Katrin Monecke di Aceh Barat. Kedua penelitian mereka menemukan bukti kejadian tsunami tahun 1300 – 1450 M. Namun penelitian Katrin Monecke di Aceh Barat tidak menemukan kejadian tsunami sampai tahun 360 SM – 160 M.
Beberapa kejadian tsunami masa lalu yang tercatat dalam endapan tsunami di pulau Phra Thong Thailang kemungkinan juga melanda Aceh. Ke-lima tsunami tersebut bisa dikategorikan Mega Tsunami seperti tahun 2004 karena sampai ke Thailand.
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari endapan tsunami di Thailand adalah, tsunami yang sama pernah terjadi di Aceh sebanyak 5 kali dalam 2000 ke belakang dengan perincian tahunnya:
Semoga artikel Menelusuri Jejak Mega Tsunami Aceh Sejak 2000-an Tahun Lalu ini bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bencana alam bagi kita serta membuat kita sadar bahwa sejak 2000-an tahun yang lalu, Aceh sudah beberapa kali dilanda Mega Tsunami.
Salam Siaga Dari Aceh
Wassalam,
Ibnu Rusydy
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
View Comments
Pak, apa tjuan dari mempelajari jejak sejarah tsunami ..? apakah setelah tau sejarahnya maka selesai?? atau ada hal besar yang dpat dilakukan dengan sjarah tsunami tersebut?
Salah satu tujuannya untuk mengetahui periode kejadian tsunami pada suatu kawasan. Sejarah kejadian bencana tsunami biasanya akan terulang di masa yang akan datang, makanya kita perlu mengetahui sejarah kejadian tsunami dan pola kejadian tsunami masa lalu untuk kesiapsiagaan kita di menghadapi tsunami di masa depan.