Endapan tsunami 1861 di Inor Pulau Simeulue
Lapisan lanau berpasir berwarna biru-abu2
Endapan tsunami 1861
Endapan tsunami 2004
(Sumber: Katherine Frances Whitlow, 2008)
Berangkat dari kalimat “the present is the key to the past” banyak peneliti Geologi/Geofisika mempelajari lapisan tanah untuk mendapatkan sejarah masa lalu termasuk sejarah tsunami. Endapan-endapan tanah/pasir ini mengikuti prinsip superposisi hukum Steno dimana lapisan atas adalah lapisan paling muda dan paling bawah adalah lapisan paling tua. Setelah bencana alam tsunami Aceh 2004, banyak sekali peneliti berdatangan ke Aceh untuk meneliti endapan tsunami ini. Salah satu hasil penelitian endapan tsunami yang pernah dilakukan di Pulau Simeulue pernah saya tulis dalam artikel yang berjudul “Paleo Tsunami di Simeulue (Aceh)“. Penelitian tersebut dilakukan oleh seorang mahasiswi Geologi Katherine Frances Whitlow (Central Washington University) bersama Dr. Shigehiro FUJINO (Active Fault and Earthquake Research Center Geological Survey of Japan, AIST) dan Eko Yulianto (Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia).
Gambar di samping kiri merupakan endapan tsunami masa lalu yang ada di bawah tanah pulau Simeulue. Setelah para peneliti itu menggali sebuah kawasan di Inor Simeulue, pada kedalaman beberapa cm di bawah tanah mereka menemukan lapisan tsunami masa lalu. Untuk mengetahui tahun kejadian tsunami tersebut, mereka harus melakukan dating (pentarikhan), dan ternyata hasil dating menunjukkan bahwa endapan nomor 2 merupakan endapan kejadian bencana alam tsunami tahun 1861. Sebelum melakukan dating mereka harus memastikan dulu bahwa endapan tersebut betul-betul endapan tsunami masa lalu.
Cara membedakan antara endapan tsunami dengan endapan lain, cek artikel ini https://www.ibnurusydy.com/paleo-tsunami-bedakan-endapan-tsunami-dgn-endapan-badai/
Penelitian lanjutan tentang tsunami masa lalu dilakukan di Aceh daratan atau pulau Sumatra. Penelitian ini dilakukan oleh Katrin Monecke dan kawan-kawannya (2 orang dari Indonesia) di Kab. Aceh Barat Provinsi Aceh. Apabila pada penelitian sebelumnya di pulau Simeulue cuma ditemukan lapisan tsunami aceh seratusan tahun yang lalu, pada penelitian di Aceh Barat ini ditemukan lapisan kejadian bencana alam tsunami sampai ribuan tahun yang lalu yang menerjang Kab. Aceh Barat dan kawasan sekitarnya.
Kawasan penelitian Tsunami Purba di Kab. Aceh Barat (Sumber: Katrin Monecke et al, 2008)
Pada gambar di atas (kiri) ditunjukkan peta kejadian bencana alam gempa bumi masa lalu yang berpotensi tsunami dan yang sebelah kanan menunjukkan kawasan penelitian endapan tsunami masa lalu. Katrin Monecke dan kawan-kawan memilih kawasan Aceh Barat karena di salah satu tempat di Aceh Barat ada pantai yang tumbuh atau berkembang. Ciri khas pantai yang tumbuh atau berkembang ini adalah bentuk marfologi pantainya yang terdiri dari Ridge (punggungan) dan Swale atau cekungan. Pada peta kiri yang di atas, jelas terlihat pinggir pantai yang terdiri dari beach ridges (punggungan) yang cekunganya berupa swale (pada peta warna putih). Endapan tsunami masa lalu kemungkinan besar akan terendapkan di cekungan atau swale ini.
Hasil kolerasi antara beberapa titik dan adanya lapisan endapan tsunami masa lalu yang berumur 1000-an tahun yang lalu (Katrin Monecke, et al, 2008)
Mereka membuat coring menggunakan Hand Auger untuk mendapatkan perlapisan bawah permukaan di sekitar kawasan swale dan tentu saja yang diambil adalah swale yang jauh dari bibir pantai untuk memastikan bahwa endapan yang diambil adalah endapan tsunami masa lalu dan bukannya endapan badai masa lalu.
Berdasarkan hasil penelitian mereka, di sekitar Aceh Barat ditemukan lapisan kejadian bencana alam tsunami sekitar tahun 1290–1400 M dan tahun 780–990 M. Kedua endapan tsunami didapatkan jauh dari bibir pantai sehingga dimungkinkan bahwa kedua bencana alam tsunami masa lalu tersebut sangat kuat atau Mega-Tsunami seperti 2004.
Dari hasil penelitian tersebut kita dapat merunut kejadian Mega-Tsunami masa lalu yang menerpa Provinsi Aceh dan kawasan sekitarnya; Tsunami 780–990 M, Tsunami 1290–1400 M dan Tsunami 2004. Ketiga bencana alam Mega-Tsunami tersebut mempunyai sirklus perulangan sekitar 400 dan 600 tahunan.
Hasil penelitian endapan tsunami masa lalu yang dilakukan oleh Katrin Monecke dan kawan-kawannya dipublikasi pada Jurnal Nature Volume 455 tanggal 30 October 2008 dengan judul “A 1,000-year sediment record of tsunami recurrence in northern Sumatra“, klik judul untuk mendownload paper tersebut.
Semoga tulisan Rekaman Bencana Alam Tsunami 1000-an Tahun Yang Lalu di Aceh dapat menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Salam Siaga Dari Aceh
Wassalam,
Ibnu Rusydy
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
Leave a Comment