Shanghai merupakan kota terbesar negara RRC yang terletak di tepi delta Changjiang. Perkembangannya yang pesat selama beberapa tahun terakhir menjadi kota tersebut sebagai pusat ekonomi, finansial, dan perdagangan bagi RRC. Saat ini terjadi amblesan tanah sedalam 2-3 meter di pusat kota Shanghai karena pengambilan air tanah secara besar-besaran sejak tahun 1921. Litologi lapisan tanah di bawah kota Shanghai dari atas ke bawah terdiri dari lapisan lempung (clay), Lanau (silt), lempung berlanau, kemudian diselingi antara aquifer dan aquatar (J.-C.Chai et al, 2005). Deformasi aquifer akibat pengambilan air tanah secara besar-besar dan konsolidasi aquatar yang masih muda [pleistosen (kurang dari 2,5 juta tahun) dan holosen (10.000 tahun tahun)] dalam kala geologi menjadi penyebab amblesan tanah di kota Shanghai.
Hampir sama dengan Shanghai, pengambilan air tanah secara besar-besaran dan konsolidasi lapisan tanah menjadi penyebab utama amblesan atau subsidence tanah di kota Changzhou. Laju tertinggi penurunan tanah di kota Changzhou terjadi pada tahun 1980-an sebesar 14,7 cm/tahun. Pada tahun 1983, pemerintah kota Changzhou membuat borehole extensometer untuk memonitor laju penurunan/amblesan tanah. Lapisan sedimen di bawah kota Changzhou berada dalam umur period kuarter (kurang 2,5 Juta tahun atau pleistosen dan holosen) dan tergolong muda menurut umur geologi. Lapisan sedimen tersebut terdiri dari 9 lapisan yang terus terpadatkan (G.Y.Wang et al, 2008).
Pada tahun 1995, pemerintah kota Changzhou membuat kebijakan pelarangan penggunaan air bawah tanah (sumur bor). Gejalan penurunan/amblesan tanah mulai berangsur-angsur mengecil sampai akhirnya pada tahun 2002 cuma 10 mm/tahun.
Kebijakan yang diperbuat oleh pemerintah kota Shanghai dan Changzhou wajib kita contoh. kebijakan pemerintah dalam upaya mengurangi dampak amblesan tanah sangat efektif dan membuahkan hasil. Pemerintah kota di Indonesia yang terindikasi terjadi amblesan tanah sudah sepatutnya mengikuti apa yang telah mereka perbuat. Semoga kedua kota tersebut menjadi contoh bagi kita dan membuat kita belajar banyak serta tahu apa yang mesti dilakukan ke depan.
Gempa bumi dangkal yang bersumber dari patahan di darat kembali terjadi di Myanmar pada tanggal…
Pada tanggal 28 Maret 2025, sebuah gempa bumi yang bersumber dari patahan dangkal di darat…
Sebagai sebuah negara yang berada di posisi "ring of fire" kesiapsiagaan kita menghadapi bencana gempa…
Beberapa objek yang digunakan oleh peneliti untuk mempelajari iklim masa lalu (purba), Sumber gambar dari…
Menurut para geologist, bumi tempat kita tinggal telah berumus 4,56 milyar tahun. Dalam perkembangannya, bumi…
Sebagai negara yang beriklim tropis, kita memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Intensitas curah…
View Comments