Pada tanggal 15 Agustus 2026, gempa bumi dengan magnitudo 7.7 Mw melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa ini telah menyebabkan kerusakan bangunan di beberapa kota di NTT dan menyebabkan beberapa orang meninggal dunia. Apa penyebab Gempa bumi NTT ini?
Mekanisme Gempa Bumi dan Guncangan yang ditimbulkan
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh USGS, gempa bumi gempa bumi memiliki mekanisme momen tensor seperti gambar di samping.
Momen tensos seperti ini merupakan ciri khas dari gempa bumi dengan mekanisme Thrust fault (sesar naik).
Kejadian gempa bumi yang bersumber dari sesar naik yang dangkal dan berada di laut, akan memicu tsunami.
Tsunami yang terjadi NTT pada tanggal 15 Agustus 2026 ini bukalah tsunami yang pertama. Pada tahun 1992, tsunami besar pernah melanda NTT.
Baca artikel ini untuk info lebih lanjut:
Kejadian gempa bumi dan Tsunami NTT 1992 kemiliki kemiripan dengan gempa dan tsunami NTT 2026 ini.

Berdasarkan peta goncangan gempa bumi yang dikeluarkan oleh USGS, beberapa kota di NTT mengalami goncangan gempa bumi dengan skala MMI 8.
Skala MMI 8 sudah cukup merusak beberapa bangunan. BMKG mencatat bahwa pada skala MMI 8 “Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.”
Gempa bumi tidak membunuh, runtuhan bangunan yang membunuh
Oleh karena itu, pembangunan rumah tahan gempa menjadi kewajiban kita yang tinggal di daerah rawan gempa bumi.
Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca artikel di bawah ini:
Flores back arc thrust (Sesar Naik Busur Belakang Flores)
Biasanya sumber gempa-gempa besar yang memicu tsunami berasal dari Zona Subduksi di bagian selatan pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, namun sumber gempa NTT kali ini berbeda.
Gempa bumi NTT 2026 ini berasal dari sisi utara kepulauan Nusa Tenggara, sumbernya dinamakan sebagai Flores back arc thrust, atau dalam bahasa Indonesia kita mengenalnya sebagai Sesar naik busur belakang Flores.
Terbentuknnya Flores back arc thrust ini tidak lepas dari proses subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia yang terjadi di bagian selatan kepulaun Flores.

Semoga sedikit penjelasan ini bermanfaat bagi masyarakat NTT khususnya dan masyarakat Indonesaia pada umum.
Semoga kita selalu Belajar dan Siaga dalam menghadapi bencana.






