Seperti Apa Kondisi Geologi Gunung Api Sinabung?

6853 views

Gunung Api Sinabung yang terletak di provinsi Sumatra Utara termasuk dalam gunung api yang jarang diteliti, baik dari sis geologi maupun ilmu kebumian lainnya. Jarangnya penelitian tersebut dilakukan karena gunung api tersebut dulunya (sebelum tahun 2010) masuk dalam kategori gunung api tipe B atau setelah tahun 1600 belum pernah meletus. Hal tersebut membuat banyak ahli gunung api di Indonesia memfokuskan penelitiannya pada gunung-gunung api tipe A atau gunung api yang pernah meletus setelah tahun 1600. Walaupun demikian, Pak Awang Harun Setyana (Geologi Senior Indonesia) mencoba mengulas kondisi geologi Gunung Api Sinabung dari sisi kondisi geologi.

Berikut ini tulisan dari Pak Awang Satyana tentang kondisi geologi gunung api Sinabung. Tulisan ini saya copas (copy-paste) tanpa mengedit sedikitpun. Cekidoooot……..

GEOLOGI GUNUNG SINABUNG

Gunung Sinabung, berdasarkan pemetaan geologi, adalah gunungapi stratovolcano seperti banyak gunungapi lainnya di Indonesia, stratovolcano artinya berbentuk kerucut disusun oleh perlapisan antara lava dan tuf (ex abu volkanik). Penyusun utama gunung ini adalah lava dan abu volkanik andesitik – dasitik berumur Plistosen-Holosen (artinya sebelum 1,8 juta tahun yang lalu gunung ini tidak ada).

Gunung Sinabung tumbuh di dataran tinggi bernama Plato Karo, secara administratif ia juga masuk ke Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Sinabung terletak sekitar 40 km di utara baratlaut Danau Toba. Danau Toba sendiri sesungguhnya adalah sebuah kawah gunungapi purba yang meletus begitu hebatnya pada 74.000 tahun yang lalu.

Di puncak Sinabung ditemukan empat kawah yang membentuk kelurusan hampir utara-selatan, saling tumpang-tindih.Tiga kawah bagian utara sudah mati, satu kawah paling selatan masih aktif. Kelurusan kawah hampir utara-selatan dipunyai juga oleh kawah-kawah Toba yang saling tumpang-tindih, hanya umur kawah berbeda-beda, dan kawah terakhir yang membentuk Danau Toba sekarang menelan kawah-kawah tua yang lain. Boleh diduga bahwa kelurusan utara-selatan ini merupakan sesar/patahan cabang (splay fault, synthetic) yang secara regional terhubung ke Sesar Sumatra. Di gunung-gunungapi Sumatra, magma hasil peleburan mantel dan air dari kerak samudera di zona subduksi naik ke permukaan melalui celah besar Sesar Sumatra, sehingga gunung-gunungapi di Sumatra terjadi tak jauh dari Sesar Sumatra yang membelah bagian barat Sumatra dari ujung utara ke ujung selatan sepanjang sekitar 1700 km.

Banyak aliran lava purba mengalir di lereng Sinabung, tetapi tak diketahui pasti itu hasil erupsi kapan. Carbon dating yang pernah dilakukan pada satu arang mungkin ex fragmen pohon yang diterjang lava menghasilkan umur sekitar 1200 tahun yang lalu (menurut Volcano Discovery). Maka diduga bahwa Sinabung pernah meletus pada sekitar tahun 800 M. Tetapi literatur-literatur pada umumnya menyebutkan bahwa Sinabung meletus terakhir pada tahun 1600 (?, harus dikonfirmasi, tak ada bukti).

Sinabung meskipun memang tak ada catatan meletus sejak 1600, bukan gunungapi mati sebab pada tahun 1912 dilaporkan terjadi aktivitas solfatara di puncaknya. Aktivitas solfatara artinya ada semburan uap dan gas belerang panas dari retakan-retakan di permukaan tanah/batuan. Aktivitas solfatara menunjukkan gunungapi sedang tidur, bukan mati.

BAGAIMANA KE DEPAN?

Saat ini Gunung Sinabung sedang meletus hebat. Bila aktivitas kegempaan (volkanik) dan hembusan/emisi gas SO2 masih tinggi, itu menunjukkan bahwa aktivitas erupsi Sinabung belum akan berakhir sebab kegempaan dan gas SO2 itu menunjukkan ada massa magma yang tengah naik ke permukaan. Dampak lain yang berbahaya adalah hujan di tengah musim hujan ini. Hujan akan mendatangkan lahar yang memindahkan material volkanik dari atas ke bawah. Lahar adalah aliran pekat yang sangat kuat yang bisa merenggut apa pun yang dilaluinya. Jadi, lebih dari 25.000 pengungsi harus tetap berada di tempat pengungsian, dibuat cukup nyaman di sana, sebab karakter Sinabung bisa tak terduga, kita belum mengenalnya dengan baik.

Awang.

Ulasan kondisi geologi gunung api Sinabung yang masih tergolong sangat umum di atas harus menyadarkan kita bawah banyak hal yang belum kita pelajari dari gunung api Sinabung. Sampai saat ini kita belum mengetahui seperti apa karakter letusannya. Kawasan rawan bencana gunung api Sinabung yang sudah ditetapkan oleh pemerintah harus menjadi acuan agar selamat dari bahaya gunung api. Semoga tulisan Pak Awang tentang kondisi geologi gunung api Sinabung bermanfaat bagi kita.

author
Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.
No Response

Comments are closed.