Upaya Mitigasi Banjir Bandang (Debris Flow)

banjir bandangBanjir bandang secara definisi bisa dimaknakan sebagai aliran tanah, batu, kayu yang bercampur dengan air yang meluncur pada celah yang sempit dan berlereng terjal dan kita perlu melakukan upaya mitigasi banjir bandang ini. Dalam buku Geologi untuk Perencanaan yang ditulis oleh Djauhari Noor, Ia mengkategorikan banjir bandang sebagai aliran tanah tipe aliran cepat. Dari hampir semua  kejadian banjir bandang di Indonesia dikarenakan penebangan pohon secara membabi buta (padahal babi aja gak buta…hehehheee). Aliran sungai yang tersumbat berada di hulu menjadi penyebab terbentuknya kumpulan air yang besar menyerupai “danau”. Longsor yang terjadi di hulu juga bisa menjadi bendungan yang menyebabkan terbentuknya “danau”. Apabila volume air bartambah karena hujan dan sumbatan tersebut tidak sanggup lagi menahan massa air maka akan terjadi pelepasan air tiba-tiba.

Aliran banjir bandang ini biasanya akan melewati lereng dan aliran sungai yang sudah terbentuk sebelumnya namun karena debit airnya sangat banyak dan disertai debris (batu, tanah dan kayu) yang dibawa maka aliran ini akan memiliki momentum yang besar dan merusak segala yang ada di depannya. Berikut ini ada beberapa metode untuk mitigasi banjir bandang.

Flexible Ring Net di Swiss

Pemasangan Flexible Ring Net di Swiss (www.geobrugg.com)

Flexible Ring Net Sebagai Solusi Banjir Bandang

Flexible Ring Net merupakan serangkaian gelang yang berdiameter  ±30 cm yang digabung menjadi sebuah jaring. Rangkaian gelang tersebut tersebut akan membentuk suatu jaring yang fleksibel dan akan sanggup menahan aliran banjir bandang. Pemasangan Flexible Ring Net secara bertingkat di sepanjang sungai yang menjadi dugaan aliran banjir bandang sudah diterapkan diberbagai negara.

pengaman banjir bandang

Pemasangan flexible ring net bertingkat (www.geobrugg.com)

Wendeler et al., pada tahun 2006 pernah menulis bahwa hampir semua negara di Eropa, Asia dan USA, telah menggunakan Flexible Ring Net dalam upaya proteksi dari bencana banjir bandang (debris flow). Pemasangan pertama dilakukan di negara Swiss pada tahun 2005 sebagaimana gambar yang saya lampirkan. Pemasangan Flexible Ring Net bertingkat selanjutnya dilakukan di Swiss pada tahun 2008.

mitigasi banjir bandang

Pemasangan Flexible Net (www.geobrugg.com)

Negara tetangga kita Malaysia sudah memasang beberapa Flexible Ring Net dibeberapa titik yang menjadi dugaan akan terjadinya banjir bandang. Saya merekomendasikan untuk sungai-sungai dan lereng yang ada di Indonesia untuk segera dilakukan pemasangan Flexible Ring Net di kawasan yang diduga akan dilewati aliran banjir bandang (debris flow).

flexible ring net nampak dari dekat

Flexible Ring tampak dari dekat (www.geobrugg.com)

 

Pemasangan Flexible Ring Net harus dilakukan oleh ahlinya agar mengetahui mengenai kondisi batu tempat pemasangan Flexible Ring Net yang harus betul-betul kuat (batuan beku dan batuan metamorf) dan jangan dipasang di batuan sedimen. Untuk masalah tempat pemasangan yang cocok memang harus kita tanyakan kepada ahli Geologi.

Saat ini, ada perusahaan yang bernama Geobrugg yang telah memprodusi Flexible Ring Net dalam upaya proteksi banjir bandang dan beberapa bencana lainnya.

Semoga ke depan, peneliti-peneliti kita bisa mengembangkan metode sendiri yang inovatif, aplikatif, dan murah meriah dalam upaya mitigasi banjir bandang, pencegahan bencana alam yang sering terjadi di bumi Indonesia dan tulisan Upaya mitigasi banjir bandang ini bermanfaat.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.

3 Responses

  1. author

    Haeruddin c maddi5 years ago

  2. author
    Author

    Ibnu Rusydy5 years ago

Leave a Reply