Reminder: Waspada Longsor Di Musim Hujan

Secara geografis Indonesia berada di kawasan khatulistiwa yang menjadikan negara kita beriklim tropis dan sudah sepantasnya kita waspada longsor dan bencana alam lainya di musim hujan. Dalam kondisi ideal, dalam setahun kita akan mendapat musim hujan selama 6 (enam) bulan dan musim kemarau dalam waktu yang sama. Perubahan musim ini merupakan nikmat luar biasa yang diberikan Allah kepada kita rakyat Indonesia. Namun nikmat yang luar biasa ini apabila terlibat campur tangan manusia jahil di dalamnya bisa jadi bencana alam bagi kita sendiri.

Musim hujan yang biasanya dimulai pada bulan September sampai dengan Maret. Pada bulan-bulan tersebut sering terjadi bencana alam hidrogeologi yang disebabkan oleh tingginya curah hujan seperti tanah longsor, banjir bandang (debris flow), dan banjir karena buruknya sistem drainase. Ketiga bencana tersebut hampir bisa dipastikan akan menunjukkan peningkatan aktifitasnya selama musim hujan dan ketiganya juga saling berhubungan. Misalnya saja bencana alam banjir bandang yang sebelumnya dipicu oleh longsor-longsor yang terjadi sepanjang lembah sepit antara dua lereng terjal. Longsoran tanah tersebut akan membentuk bendungan alami sehingga menampung air sungai dan membentuk danau alami. Ketika bendungan alami ini tidak sanggup lagi menahan air maka terjadilah pelepasan air secara tiba-tiba karena rusaknya bendungan alami yang kita kenal dengan istilah banjir bandang seperti di Tangse tahun 2011 dan 2012 serta di Banjir Bandang Padang beberapa bulan bulan yang lalu.

Bencana Alam Tanah Longsor

Secara definisi Tanah Longsor merupakan gerakan perpindahan bahan-bahan pembentuk lereng berupa tanah, batu, Lumpur, bahan rombahkan lainnya karena berkurangnya kemantapan/daya dukung lereng. Salah satu faktor yang dapat mengurangkan kemantapan lereng adalah masuknya air hujan dalam jumlah yang besar ke dalam lereng melalui rekahan-rekahan. Jumlah air yang banyak di dalam suatu lereng akan dapat menambah beban lereng, mengurangi kohesi antar butiran tanah dan apabila air hujan yang masuk ini berjumpa dengan lapisan tanah yang kedap air (impermeable) maka lapisan kedap air ini akan jadi bidang gelincir terjadinya bencana alam tanah longsor. Untuk mengetahui upaya apa saja untuk menghadapi bencana alam tanah longsor, bisa baca mengenal bencana alam tanah longsor.

Selain dipicu oleh air hujan, bencana alam tanah longsor juga dapat dipicu oleh gempa bumi. Gempa yang kerap terjadi di Aceh dikarena kita berada di zona subdukti antara lempeng Indo-Australia dengan Eurasia belum lagi kita juga memiliki sesar Sumatra yang masih aktif bergerak sekitar 4 cm/tahun (Bennett JD, 1981). bencana alam Gempa bumi yang kerap terjadi ini bisa menganggu kestabilan sebuah lereng belum lagi kondisi tanah hasil pelapukan batuan di kawasan tropis yang tebal.

Upaya Mitigasi Bencana Alam Tanah Longsor

Dalam upaya mitigasi bencana alam tanah longsor, periset Geo-Hazard TDMRC Universitas Syiah Kuala bersama Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengda Aceh (IAGI-Aceh) dan Ikatan Ahli Geofisika Indonesia Komwil Aceh (HAGI-Aceh) telah melakukan slope assessment di kawasan-kawasan rawan longsor sepanjang jalan Bireun – Takengon – Nagan Raya – Calang – Banda Aceh pada tahun 2011 dan Aceh Jaya – Aceh Barat – Nagan Raya –Aceh Barat Daya – Aceh Selatan – Aceh Tengah – Gayo Lues – Aceh Tenggara pada tahun 2012. Dari hasil pengamatan, ditemukan banyak sekali kawasan lereng di sepanjang jalan tersebut yang berisiko terjadinya bencana alam tanah longsor. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang secara geologi sudah sangat terlapukkan, geometrik lereng yang sangat curam, kurangnya vegetasi (tumbuh-tumbuhan) di kawasan berlereng dan tidak adanya saluran drainase yang memadai di lereng.

Setelah melihat kondisi beberapa lereng yang sangat berisiko ini, periset Geo-Hazard TDMRC membuat beberapa rekomendasi dalam upaya penstabilan lereng berupa pemasangan shotcrete, pemasangan Rock Anchor, Dowel, Bolting, dan metode slope stability lain serta beberapa tempat harus dilakukan pelandaian lereng (re-profiling, trimming dan Scaling). Untuk perencanaan jalan baru ke depan juga disarankan agar pembuatan arah jalan yang searah dengan pelapisan batuan (khusus untuk formasi batu sedimen dan metamorf dari sedimen) karena dari beberapa longsor terjadi karena arah jalannya tegak lurus dengan pelapisan batuan dan sangat dimungkinkan terjadinya longsor jenis translasi dan toppling. Untuk masyarakat yang tinggal di kawasan-kawasan yang berisiko terjadinya longsor,sangat diharapkan untuk terus melakukan penanaman pohon-pohon di sekitar lereng. Pohon ini selain berfungsi sebagai tiang pancang yang dapat menahan dan mengikat tanah tanah, pohon juga berfungsi sebagai pompa alami untuk menyerap air dari dalam tanah dan menguapkannya kembali melalui daunnya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan kita bersama terhadap bencana alam tanah longsor, tentunya kita harus memahami terlebih dahulu gejala-gejala akan terjadinya sebuah bencana alam. Memahami sebuah bencana, mengenal dengan benar tanda-tanda akan terjadi sebuah bencana tentu akan dapat mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh sebuah bencana. Beberapa gejala akan terjadinya longsor diantaranya; munculnya retakan-retakan di lereng, biasanya terjadi setelah hujan deras yang berturut-turut dalam waktu lama, munculnya rembesan atau mata air baru di lereng, serta tanah atau batu mulai berjatuhan dari lereng. Tanda-tanda ini akan bisa jadi panduan bagi masyarakat untuk mengetahui kapan terjadinya longsor.

Kondisi alam telah membuat kita tidak bisa menghindar dari bencana namun ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangin dampak dari bencana, salah satunya dengan cara memahami bencana alam.

Semoga artikel Waspada Bencana Alam Tanah Longsor  ini bermanfaat bagi kita.

Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.

4 Responses

  1. author

    ATMOSPHERE5 years ago

  2. author
    Author

    Ibnu Rusydy5 years ago

  3. author

    deddy5 years ago

  4. author
    Author

    Ibnu Rusydy5 years ago

Leave a Reply