Sistem Hidrologi, Hutan dan Bencana

Bencana yang sudah menjadi langganan tahunan bagi kita yang tinggal di daerah tropis, seharusnya membuat kita belajar banyak.

Di hutan, pohon berfungsi sebagai pompa raksasa terus bekerja menyerap air hujan yang jatuh ke bumi selama 24 Jam, 7 hari seminggu tanpa perlu dibayar.

Selain berfungsi sebagai pompa alam yang bekerja secara gratis, pohon juga berfungsi untuk menahan tanah-tanah agar tidak tergerus air.

Akar-akarnya menancap beberapa meter ke dalam tanah membuat pohon ini juga layak dikatakan sebagai paku-paku bukit yang menahan tanah agar tidak tergerus dan jatuh ke bawah.

Ketika hutan yang awalnya berfungsi sebagai pompa dan paku alami hilang karena pengalih fungsian  hutan oleh beberapa oknum, tentu akan berakibat pada terganggunya sistem hidrologi yang selama ini ada.

Ketika 1 pohon ditebang, akar pohon tersebut akan mati, humus kehilangan penahan, lapisan tanah setebal 1-1,5 meter akhirnya bakal terkikis, fungsi pohon sebagai pompa dan paku menjadi hilang dan tentu saja sistem hidrologi akan terganggu.

Seperti yang saya jelaskan di atas, bahwa dalam 1 tahun pada sebidang tanah tumbuhan dapat menguapkan air setinggi 60 cm dalam areal tersebut dan di hutan dapat menguapkan sampai dua kalinya atau kita anggaplah 1 meter untuk kawasan hutan.

Perhitungan ini berarti, apabila 1 m2 hutan dihilangkan maka dalam 1 tahun akan ada 1 m3 (1000 liter) air yang mengalir bebas karena tidak diuapkan oleh pohon.

penebangan pohon

Apabila 55.000 hektar hutan mau dihilangkan atau dialihkan fungsikan maka akan ada lebih-kurang 550 Juta meter kubik (m3) atau 550 milyar liter air mengalir bebas karena tidak lagi diserap oleh akar dan diuapkan oleh daun perpohonan.

550 milyar liter air bukanlah jumlah yang sedikit, siapa saja yang akan menjadi korban 550 milyar liter air ini akan kita lihat di masa yang akan datang, walaupun semua kita tidak mengingikan hal tersebut terjadi.

Kejadian lain yang akan terjadi akibat terganggunya sistem hidrologi ini adalah terkikisnya tanah-tanah di sepanjang lereng yang selanjutnya terbawa ke aliran sungai sehingga terjadi sedimentasi sungai yang menyebabkan pedangkalan sungai.

Ketika sungai dangkal dan intensitas hujan meningkat, airnya akan meluap dan terjadilah bencana banjir.

Selain diperparah oleh sedimentasi sungai, banyaknya air yang berada di atas permukaan juga disebabkan oleh hilangnya fungsi pohon sebagai pompa alami.

Terkikisnya tanah-tanah disepanjang lereng juga bisa menyebabkan bencana tanah longsor.

Bencana ini terjadi karena tanah di sepanjang lereng sudah jenuh dengan air hujan sehingga daya ikat antar butir tanah menjadi berkurang dan berat tanah juga semakin bertambah.

Ketika lereng sudah tidak sanggup lagi menahan beban tanah yang bercampur air maka terjadilah tanah longsor.

Seadainya di sepanjang lereng masih ada pohon-pohon, tentu air hujan yang masuk ke dalam lereng tersebut akan diserap oleh akar-akar pohon dan akar-akar pohon yang memancang ke dalam tanah akan membantu menstabilkan lereng.

Tanda-tanda akan terjadinya bencana tanah longsor dapat dibaca pada tulisan 9 Tanda Kawasan Rawan Longsor.

Apabila tanah longsor terjadi di sebuah DAS dengan aliran sungainya berupa lembah-lembah sempit, maka tanah longsor yang terjadi di hulu sungai bisa menyebabkan terbentuknya bendungan alami.

Bendungan alami ini akan menampung air hujan sehingga terbentuknya danau alami di hulu.

penyebab banjir bandang
Penyebab Banjir Bandang (Sumber: http://www.gov.scot/Publications/2005/07/08131738/17492)

Ketika bendungan alami hasil longsoran di kiri-kanan lereng ini terkikis pelan-pelan oleh air hujan atau air luapan danau alami maka lama kelamaan bendungan tersebut akan hancur dan turunlah air yang tertampung tersebut secara bersamaan dan menyapu apa saja yang ada di depannya (Banjir Bandang).

Fenomena banjir bandang ini pernah saya jelaskan pada tulisan Memahami Banjir Bandang.

Setiap kebijakan dan sikap kita kepada alam, akan mencerminkan apakah kita termasuk hamba-Nya yang belajar dari setiap kejadian dan musibah atau termasuk orang merugi dan tidak mau memahami sistem hidrologi yang ada di alam.

Beberapa bencana alam memang tidak bisa dicegah namun ada bencana yang bisa dicegahkan dan bisa diatasi seperti bencana hidrologi atau hidrogeologi yang saya jelaskan di atas.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.

One Response

  1. author

    Garda Caah Sukarelawan7 years ago

Leave a Reply