Mengenang Gempa Bumi 11 April 2012

NinetyEastRidge_webHari ini tepat 2 tahun gempa bumi 11 April 2012, banyak hal yang menjadi pembelajaran bagi kita setelah gempa bumi kembar tersebut terjadi. Gempa bumi ini seakan menguji kesiapsiagaan masyarakat kita yang sendari awal merasa siap menghadapi gempa bumi. Gempa bumi ini juga seolah mengingatkan kita bahwa kawasan yang kita dugan “aseismic” atau tidak berpotensi gempa ternyata bisa menimbulkan gempa. Dari sekian banyak pembelajaran tersebut, banyak rekan-rekan para praktisi dan peneliti di bidang kebencanaan membahas pembelajaran dari gempa bumi tersebut dari hulu ke hilir.

Mekanisme Gempa Bumi

Setelah gempa bumi 11 April 2012, semua kita yang tinggal di Sumatra diingatkan bahwa di Sumatra ini ada 3 kawasan yang berpotensi menjadi sumber gempa bumi. Penjelasan ke-3 sumber gempa bumi Sumatra pernah saya bahas pada artikel yang ada pada link ini. Gempa bumi 11 April 2012 tersebut sangat unik dari segi sumber gempa bumi dan mekanisme-nya. Dari segi sumber gempa bumi, gempa bumi 11 April 2012 tersebut terjadi pada kawasan yang dulu diduga “aseismic” atau tidak aktif secara tektonik, walaupun tanggal 11 Januari 2012 pada tengah malam di kawasan ini pernah ada gempa bumi. Namun kejadian tersebut telah mengingat kita semua bahwa kawasan tersebut aktif dan mampu menghasilkan gempa bumi yang cukup besar dan kembar pulak (8.6 Mw dan 8.2 Mw) ;).

Gempa bumi 11 April 2012 terjadi di kerak samudra atau di lempeng indo-australia dengan mekanisme sumber gempa berupa sesar geser (strike slip fault). Dikarenakan mekanisme gempa buminya sendiri adalah sesar geser maka gempa bumi yang cukup kuat dan dangkal ini tidak menimbulkan tsunami yang besar. Penjelasan mengapa gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, pembaca bisa menonton video yang dibuat oleh IRIS (Incorporated Research Institutional for Seismology) di bawah ini.

Pembelajaran Gempa Bumi 11 April 2012

Gempa bumi 11 April 2012 yang terjadi 2 tahun yang lalu, benar-benar telah memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Aceh khususnya. Pada gempa bumi 11 April 2012 tersebut, segala bentuk kesiapsiagaan yang telah kita buat dan terapkan dalam kehidupan masyarakat seolah-oleh di uji pada waktu itu. Apa yang terjadi?

Ternyata ketika gempa bumi 11 April 2012 terjadi, semua prosedur standar yang telah dibuat untuk menghadapi gempa bumi tidak berfungsi dan seolah-olah kita tidak pernah membuat standar tersebut. Kepercayaan masyarakat terhadap bangunan evakuasi vertikal atau escape building yang ada di seputaran Kec. Meuraxa Banda Aceh juga hilang dan masyarakat tidak menggunakan bangunan tersebut menyelamatan diri mereka. Kepercayaan masyarakat bahwa bangunan tersebut mampu menyelamatkan mereka dari bencana tsunami, seolah-olah sirna ditelan kegalauan dan rasa trauma tsunami 2004. Kekacaun akibat gempa bumi 11 April 2012, dapat dilihat pada link video berikut ini.

Sebelum gempa bumi bumi 11 April 2012 terjadi, kita telah menyiap berbagai hal dengan baik elemen struktural (bangunan fisik, peralatan teknologi peringatan dini, sistem penyampai informasi dll) dan elemen non-struktural berupa tsunami drill, SOP pemerintah daerah dalam menghadapi tsunami, jalur evakuasi, dll. Apabila kita melihat apa yang terjadi pada tahun 2012 tersebut, ternyata secara struktural kita sudah sangat siap dan lengkap namun kelemahan kita ternyata pada elemen non-struktural atau kultural. Karena element non-struktural ini yang lemah, sehingga mulai sekarang kita harus menguat hal tersebut.

Koordinasi, koordinasi, dan koordinasi. Itulah yang selalu diucapkan oleh narasumber pada Seri Seminar Kebencanaan TDMRC dalam rangka evaluasi 2 tahun gempa bumi 11 April 2012 kemaren.

kejadian gempa bumi 11 April 2012 telah berlalu 2 tahun. Beberapa bulan lagi kita akan mengadakan 10 Tahun Gempa Bumi Dan Tsunami 2004. Semoga setelah 10 Gempa Bumi dan Tsunami 2004, masyarakat kita makin sigap dan tanggap menghadapi bencana. Para pejabat pemerintah yang bergerak dalam bidang kebencanaan, sudah seharusnya melakukan penguatan koordinasi. Para pemangku kepentingan dan rekan-rekan yang bergerak di dunia kebencanaan juga jgn pernah putus asa untuk terus mensosialisasi ilmu kebencanaan demi Indonesia yang lebih tangguh. Semoga artikel tentang mengenang gempa bumi 11 April 2012 ini bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bencana alam dan terus menjadi pembelajaran bagi kita.

Salam Siaga Dari Aceh

Wassalam,

Ibnu Rusydy

Ditunggu saran dan masukkan dari pembaca supaya kita lebih siap menghadapi tsunami…

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Saya Ibnu Rusydy, Pecinta, pelajar dan pengajar Ilmu Kebumian yang lahir di Aceh-Indonesia. Saat ini saya tergabung dalam Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Komisaris Wilayah Aceh (id: IBN-RUSYD-150) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Aceh (Npa: 4658). Apabila menyukai artikel yang saya tulis, silahkan sebarkan ke kawan-kawan anda.